TRIBUNWOW.COM – Eskalasi konflik militer antara militer Amerika Serikat dan Iran dilaporkan kian meluas serta memasuki fase yang makin mengkhawatirkan.
Pasukan udara Amerika Serikat kembali melancarkan gempuran ke wilayah teritorial Iran pada malam ke-11 secara berturut-turut pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat.
Pada gelombang serangan terbaru ini, jangkauan target pengeboman dilaporkan meluas hingga ke wilayah utara, termasuk Kota Tabriz yang berdekatan dengan fasilitas militer strategis.
Selain guncangan di Tabriz, suara ledakan keras juga terdengar di kawasan Provinsi Bushehr yang merupakan lokasi pangkalan IRGC sekaligus pembangkit listrik tenaga nuklir utama Iran.
Guna merespons ancaman gempuran balasan susulan, sistem pertahanan udara Iran di wilayah ibu kota Teheran dilaporkan telah diaktifkan dalam posisi siaga tinggi.
Pergeseran pola serangan militer AS dari kawasan selatan menuju wilayah utara ini mengindikasikan adanya perubahan strategi operasi di tengah tensi dua negara yang belum mereda. (*)