Kades Sukaharja: Sehari-hari AR Tetap Gaul Seperti Biasa, Bertemu Warga di Penggilingan Padi
Machmud Mubarok July 22, 2026 08:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kepala Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Abdul Mutolib, mengaku tidak menyangka salah seorang warganya, AR (43), harus diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme.

Menurut Abdul Mutolib, sebelum mengalami perubahan, AR dikenal sebagai warga yang aktif bersosialisasi dan mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan desa. 

Perubahan perilaku baru mulai terlihat sekitar dua tahun terakhir.

"Dari kecil sampai dewasa, beliau normal seperti warga pada umumnya. Bersosialisasi, rajin ibadah, kegiatan kemasyarakatan juga aktif. Nah, setelah berumah tangga lagi, sekitar dua tahun terakhir mulai ada perubahan," ujar Abdul Mutolib saat ditemui di dekat rumah AR, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, AR merupakan warga asli Desa Sukaharja. Sejak lahir hingga dewasa tinggal di Dusun Cihawar, kemudian setelah berkeluarga pindah ke Dusun Cihawar Mekarsari RT 01 RW 04, lokasi tempat penangkapan dilakukan.

"Beliau memang warga asli Desa Sukaharja. Lahir dan besar di sini, kemudian setelah berumah tangga pindah ke Dusun Cihawar Mekarsari," katanya.

Abdul Mutolib mengatakan AR selama bertahun-tahun menjalankan usaha penggilingan padi dan kopi milik keluarganya. 

Baca juga: Ketua RW Ungkap Perubahan AR Sebelum Ditangkap Densus 88: Tak Lagi ke Masjid hingga Menutup Diri

Baca juga: Ayah Terduga Teroris di Ciamis Sudah Berulang Kali Ingatkan Anaknya Soal Pancasila

Usaha tersebut merupakan warisan orang tua yang kemudian diteruskan oleh AR.

"Usaha itu sudah lama, kurang lebih sekitar sembilan tahun dikelola oleh Saudara AR. Beliau meneruskan usaha milik orang tuanya," ujarnya.

Dalam aktivitas ekonomi, kata dia, AR tetap berinteraksi dengan masyarakat. Setiap hari warga datang ke lokasi penggilingan untuk menggiling padi maupun kopi.

"Kalau urusan usaha, komunikasinya dengan masyarakat berjalan seperti biasa. Banyak warga yang datang menggunakan jasa penggilingan padi dan kopi," katanya.

Meski hubungan sosial terkait pekerjaan tetap berjalan, Abdul Mutolib mengakui terdapat perbedaan dalam aktivitas keagamaan AR dibandingkan warga lainnya.

DATANGI RUMAH AR - Kepala Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Abdul Mutolib (baju putih), tidak tidak menyangka salah seorang warganya itu harus diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme. Ia mendatangi rumah AR dan bertemu ayahnya, Rabu (22/7/2026).
DATANGI RUMAH AR - Kepala Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Abdul Mutolib (baju putih), tidak tidak menyangka salah seorang warganya itu harus diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme. Ia mendatangi rumah AR dan bertemu ayahnya, Rabu (22/7/2026). (TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini)

Menurutnya, masyarakat Desa Sukaharja umumnya melaksanakan salat berjamaah di masjid, termasuk salat Jumat. Namun, AR memilih menjalankan ibadah secara terpisah.

"Kalau masyarakat di sini umumnya salat berjemaah di masjid, termasuk salat Jumat. Nah, beliau berbeda. Itu yang menjadi perbedaan dengan warga lainnya," ujarnya.

Ia menilai, perbedaan tersebut lebih terlihat pada cara menjalankan aktivitas keagamaan, bukan dalam hubungan sosial sehari-hari.

"Uniknya, sehari-hari beliau tetap usaha dan berinteraksi dengan masyarakat. Tetapi dalam aktivitas keagamaan memang berbeda dengan masyarakat pada umumnya," ucapnya.

Terkait proses penangkapan, Abdul Mutolib mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. 

Ia baru menerima informasi dari Polsek Rajadesa sekitar pukul 07.00 WIB, saat proses penangkapan telah selesai.

"Saya mengetahui sekitar jam tujuh pagi setelah mendapat informasi dari Polsek Rajadesa. Ketika sampai ke lokasi, aktivitas di tempat kejadian sudah selesai," katanya.

Karena itu, ia menyerahkan penjelasan mengenai kronologi penangkapan kepada Ketua RW yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Atas peristiwa tersebut, Abdul Mutolib berharap keluarga AR diberikan ketabahan. 

Ia juga berharap persoalan hukum yang dihadapi dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap keluarga diberikan kesabaran menghadapi ujian ini. Mudah-mudahan ke depan Saudara AR bisa kembali ke masyarakat, bergaul lagi, dan menjalankan aktivitas seperti biasa bersama warga Desa Sukaharja," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah desa sama sekali tidak menduga akan terjadi peristiwa tersebut di wilayahnya.

"Terus terang kami tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Ini benar-benar di luar dugaan pemerintah desa," katanya.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.