SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kakek 70 tahun bernama Basyir bersama ratusan sopir angkutan umum nekat memblokade total Jalan Ahmad Yani Surabaya demi menuntut keadilan akibat pendapatan mereka yang anjlok drastis.
Aksi pengepungan Kantor Dishub Jatim itu melumpuhkan arus kendaraan dari arah Sidoarjo menuju Surabaya sejak Rabu (22/7/2026) pagi.
Aksi nekad memblokade Jalan A Yani Surabaya digelar ratusan sopir angkutan umum demi menuntut pemindahan Halte Transit TransJatim Medaeng.
Mereka menyebut pendapatan harian para sopir angkot anjlok hingga 70 persen akibat beroperasinya halte itu.
Baca juga: BREAKING NEWS Ratusan Sopir Angkot Demo di Dishub Jatim Tolak Transit Bus Trans Jatim
Basyir (70) seorang kakek enam cucu menjadi satu di antara ratusan sopir yang turut dalam demonstrasi memblokade dan mengepung Jalan A Yani, Gayungan, Surabaya atau depan Kantor Dishub Jatim, pada Rabu (22/7/2026) siang.
Ia datang bersama teman-teman sesama sopir ingin meminta kebijaksanaan Pemprov Jatim serta Dishub Jatim untuk memindahkan lokasi Halte Transit TransJatim Medaeng Sidoarjo, ke tempat lain, seperti Terminal Purabaya atau Bungurasih.
"Ya kami minta trayek bus transjatim tidak lagi masuk ke wilayah Medaeng. Karena kami kesulitan dapat penumpang. Harapannya ya orang kecil supaya diayomi. Sederhana saja, jangan buka halte di Medaeng Sidoarjo," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID, di depan Kantor Dishub Jatim, pada Rabu (22/7/2026).
Baca juga: 400 Sopir Angkot Gelar Aksi di Dishub Jatim, Halte TransJatim Medaeng Jadi Pemicu Konflik Angkutan
"Saya sudah sopir lama, sejak 1978, ganti kendaraan. Sopir truk dan antar jemput anak sekolah. Lalu mikrolet, saya masuk (mulai sopir bemo) jamannya Pak Soeharto," jelas kakek yang tinggal di Kawasan Trosobo, Kabupaten Sidoarjo itu.
Selain menghadapi tantangan konvensi tranportasi massal berbasis online, kini kalangan sopir angkutan makin terjepit dengan adanya layanan Bus TransJatim yang membuka titik lokasi transit di Medaeng Sidoarjo.
"Tapi tidak seperti zaman dahulu, sopir sekarang kan banyak ada perusahaan gojek, taksi online, penghasilan semakin menurun," katanya.
"Cara mensiati ya gimana ya, kalau keliling habis bensin, hangus. Enggak seperti dahulu, anak sekolah sekarang juga pakai online sekarang. Apalagi sekarang ada bus sekolah gratis. Dan TransJatim terlalu masuk wilayah kami," pungkasnya.
Baca juga: Hasil Audiensi Dishub Jatim - Sopir Angkot, Tolak Transit Bus Trans Jatim Medaeng
Pantauan SURYA.CO.ID di lokasi, ratusan mobil mikrolet berwarna kuning dan biru tampak memenuhi seluruh badan jalan selebar 10 meter.
Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan umum dari Jalur B; Jalan A Yani dialihkan ke U-trun melintasi Jalur A di sisi tengah.
Lalu, tampak beberapa kendaraan mikrolet yang dipasangi banner pada bagian depan bertuliskan; KAMI TIDAK SETUJU ADANYA TRANSIT BUS TRANS DI MEDAENG.
Sementara itu, Ketua DPD Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jatim Siswoyo mengatakan, pihaknya mengerahkan sekitar 400 orang sopir massa aksi yang memenuhi jalanan depan Kantor Dishub Jatim, sejak pagi tadi, Rabu (22/7/2026).
Padahal, permintaannya sederhana, cuma berharap Dishub Jatim menonaktifkan penggunaan Halte Transit TransJatim Medaeng Sidoarjo, dengan memindahkan titik antar jemput penumpang ke dalam Terminal Purabaya.
"Terdampak adanya Halte Transjatim di Medaeng di mana halte itu sebagai transit Bus Transjatim sehingga penumpang yang biasanya didapat oleh teman-teman berkurang secara drastis," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID di depan Gedung Dishub Jatim, pada Rabu (22/7/2026).