Penampakan Rumah Tersangka Dugaan Korupsi RSUD Parung di Tajur Bogor, Kini Digeledah
Vivi Febrianti July 22, 2026 10:19 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Rumah tersangka perkara dugaan kasus korupsi pembangunan RSUD Parung digeledah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Selasa (21/7/2026) malam.

Tersangka merupakan seorang ASN aktif di Pemkab Bogor.

Tersangka sendiri diketahui berinisial BAP merupakan mantan anggota Pokja Pemilihan Khusus 10 dan saat ini masih bersatus ASN aktif.

Perbuatan tersangka ini berkaitan dengan proses pemilihan penyedia barang dan jasa konstruksi pembangunan gedung RSUD Bogor Utara.

Pantauan TribunnewsBogor.com, di lokasi, rumah yang digeledah ini berlokasi di Komplek Perumahan Pakuan Hills Claster Lataria C21-C22 Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Rumah ini terdiri dari dua kapling yang disatukan.
Letaknya sendiri tidak jauh dari pos security.

Untuk rumah C22 terlihat tulisan The Haifa House of Kumara. 

Dari luar terlihat ada gaun pengantin yang dipajang.

Untuk rumah bernomor C21, terlihat ada mobil putih yang terparkir.

Kedua rumah terlihat rapi dan terawat.

Kejari Kabupaten Bogor belum memasang segel usai penggeledahan ini.

"Kami Seksi Pidana Khsusu Kabupaten Bogor melakukan penggeledahan di tiga titik lokasi yang sekarang ini (Pakuan Hills) titik ketiga yang kami lakukan penggeladahan," kata Plh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor, Rinaldy Adriansyah dijumpai di lokasi.

Tiga titik rumah yang digeledah Kejari, tersebar di tiga wilayah Kota Bogor.

Mulai dari wilayah Cemplang Bogor Barat, Duta Kencana Tanah Sareal, dan Pakuan Hills.

Tiga rumah itu semuanya milik pribadi tersangka.

Untuk barang yang disita di Pakuan Hills, yakni beberapa dokumen serta komputer diduga milik tersangka.

"Untuk uang tidak ada, hanya domumen dokumen dan alat elektroniknya," ujarnya.

Selama enam jam penggeladahan di rumah tersangka yang berada di Pakuan Hills dilakukan Kejari.

Penghuni yang diduga istrinya koperatif saat Kejari melakukan penggeledahan.

"Kalau di dua titik lain kan karena kami tim nyebar dipeekirakan hampir sama, dimulai lima sampai enam jam," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.