2 Pelajar Tasikmalaya yang Hilang Ditemukan di Rumah Kosong, 1 Gadis Masih Dicari
Dedy Herdiana July 22, 2026 08:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dua dari tiga pelajar siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang sempat dilaporkan hilang misterius usai pulang sekolah pada Senin (20/7/2026) lalu, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan Polsek Mangkubumi dan TNI pada Rabu (22/7/2026).

Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat di sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sementara satu rekan mereka hingga kini masih terus dicari.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat ketiga siswi tersebut diajak jalan-jalan oleh beberapa pria yang baru mereka kenal di pusat Kota Tasikmalaya menggunakan sepeda motor.

Namun bukannya diantar pulang, para korban justru dibawa kabur ke wilayah Cigalontang.

Baca juga: KPAID Catat Hingga 2026 Juni Terjadi 37 Kasus Kekerasan di Kabupaten Tasikmalaya

Kapolsek Mangkubumi, Iptu Ipan Faisal, membenarkan bahwa pihak keluarga sempat melaporkan kehilangan anak usai jam sekolah dua hari lalu.

"Iya benar kami mendapatkan laporan pelajar hilang, dan setelah dilakukan pencarian, dua pelajar sudah ditemukan, tapi satu lagi belum ditemukan," kata Iptu Ipan saat dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (22/7/2026).

Menurut pengakuan para korban, mereka awalnya tergiur ajakan para pelaku untuk nongkrong dan berkeliling kota.

Mereka bertemu di Pusat Kota Tasikmalaya, namun jelas titik pertemuan pastinya di mana.

Kemudian ketiga pelajar itu diajak jalan-jalan keliling Kota Tasikmalaya, hingga akhirnya di bawa sebuah rumah kosong dan disekap di rumah tersebut yang berada di wilayah Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi dua siswi asal Kelurahan Cigantang yang berhasil ditemukan sudah dipulangkan ke orang tua masing-masing tanpa luka sedikit pun.

Sementara satu siswi berdomisili di Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, masih dalam pencarian intensif.

"Jadi pengakuan para korban diajak bermain oleh beberapa pria ke pusat kota. Setelah itu, ketiga pelajar itu malah diajak ke rumah kosong di wilayah Cigalontang. Tapi mereka tidak diantar pulang lagi ke titik awal pertemuan," terang Iptu Ipan.

Menanggapi kasus ini, pihak kepolisian bersama TNI dan unsur pemerintah setempat terus melakukan penyisiran untuk menemukan satu korban yang masih hilang sekaligus memburu para pelaku.

Iptu Ipan juga melayangkan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih ketat dalam memantau aktivitas anak-anaknya, khususnya yang masih di bawah umur.

"Tolong awasi anaknya, jangan sampai terjerumus ke pergaulan negatif," tegasnya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.