Ulah Pedagang Ronde di Alun-Alun Batu Diduga Kumpulkan Sisa Kuah Dijual Lagi Diviralkan Wisatawan
Sarah Elnyora Rumaropen July 22, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, BATU - Salah satu wisatawan yang datang ke Alun-Alun Kota Batu, Jawa Timur membongkar praktik nakal oknum pedagang ronde yang diduga mengumpulkan sisa kuah ronde untuk dijual lagi.

Wisatawan dengan akun Threads @eggieeew membagikan ceritanya saat berlibur ke Kota Batu pada akhir pekan lalu.

Saat itu pemilik akun bersama dengan rombongannya membeli ronde yang berada di sebelah Rumah Susu ‘Sudiro’.

Setelah selesai membeli ronde itu dan sedang ngobrol di lokasi, pemilik akun melihat penjual ronde membersihkan makanan sisa pembeli lain untuk dijadikan satu mangkok. 

Baca juga: Peran Penting Iwan Budianto Berburu Skuad Anyar Arema FC demi Bangkit Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Kemudian hasil dari sisa-sisa kuah ronde itu dimasukan dalam wadah panci.

Setelah diperhatikan, ternyata panci tersebut merupakan wadah kuah rebusan jahe yang digunakan untuk melayani pembeli lain yang hendak beli.

Sontak hal itu membuat pemilik akun kaget dan akhirnya membagikan ceritanya ini lewat akun media sosial pribadinya pada Rabu (22/7/2026), agar tidak ada pembeli lain yang mengalami pengalaman serupa.

'Awalnya gue pikir itu emang wadah panci air kotor sisaan, tapi ternyata, itu panci rebusan jahe, ketika ada pembeli baru datang, si ibu pakai air jahe dari panci tersebut' tulis akun @eggieeew.

'Gue coba pantau terus pergerakan si ibu, bener aja dia selalu melalukan hal yang sama, sisa kuah ronde orang dimasukin ke panci tersebut dan dijual lagi buat pembeli baru' lanjutnya. 

'Intinya air jahe ini, ada kumpulan sisa kuah ronde pembeli-pembeli sebelumnya, termasuk punya kami pasti,' beber pemilik akun. 

Modus Dapur Jorok dan Pengalaman Mual

Tak berhenti di situ, pemilik akun melanjutkan tak lama kemudian sang penjual meminta kembali mangkuk bekas rombongannya.

Setelah menyelesaikan pembayaran, rombongan wisatawan tersebut langsung meninggalkan lokasi.

Baca juga: Fakta Video Viral Pelajar Bondowoso Buang MBG: Kepsek Tepis Tudingan dan Imbas Kunjungan Wamen

'Setelah kami agak menjauh, gue masih pantau terus, dan sama, sisa kuah ronde kami dimasukin lagi ke panci, bahkan sisa isian rondenya dia ambil pake tangan, kaya kacang dan pacar cinanya. Mual banget' curhat wisatawan tersebut.  

'Gak habis pikir ada orang cari rezeki jorok dan sejahat ini,' sambungnya. 

Reaksi Warganet dan Pengakuan Korban Lain

Unggahan ini pun sontak mendapatkan beragam respons dari warganet.

Bahkan beberapa orang mengaku juga mengalami hal serupa karena pernah membeli ronde di tempat yang sama.

'Akhirnya ada yang up kasus ini, dulu waktu ke alun alun Batu aku gak beli angslenya sih cuma mengamati dari jauh karena mau beli maju mundur. Ternyata apa yang aku lihat sama persis dengan yang dialami kakaknya. Dia ngumpulin sisa-sisa; angsle dari orang yang udah selesai makan abis itu dimasukin ke wadah lagi untuk di jual. Jijik banget liatnya,' komentar @thaaa__14.

Baca juga: Motor Listrik Proyek Korupsi BGN Rp1 Triliun Terancam Mangkrak, Batal Dipakai Petugas SPPG

Warganet lain juga menuliskan komentar serupa. 

'Sudah dari dulu akhirnya ada yg berani speak up. Kecurangan gak akan abadi,' timpal akun @ciulva_.

Salah satu akun juga ikut membagikan pengalamannya dan mendukung aksi jorok pedagang tersebut diviralkan.  

'Ya ampun dan ternyata aku pernah makan dong. Parahnya di foto banner menggugah selera. Ternyata 10k yang dateng cuma 1 biji ronde. Viralin aja ini sampe ke media Kota Batu. Bodo amat dah nutup rejeki dia. Dia aja gak mikirin konsumen. Dzalim banget,' tulis akun @chlara.

Pemkot Batu Langsung Lakukan Sidak

Viralnya postingan warganet mengenai kelakuan nakal penjual ronde tersebut membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, bersama Plt Kadiskumperindag Kota Batu, Dian Fachroni, datang ke lokasi untuk memastikan keamanan makanan dan minuman yang dijual para pedagang di sana pada Rabu (22/7/2026).

Untuk memastikan kualitas layanan, keamanan produk kuliner, serta memberikan perlindungan kepada para konsumen, Alfi memerintahkan Diskumperindag untuk lebih memperketat pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Batu.

“Jadi intinya kami ingin memastikan para pelaku usaha di Alun-alun Kota Batu melayani sesuai prosedur yang ditentukan.Tadi saya langsung memanggil dinas terkait untuk berkoordinasi bersama perwakilan PKL.Mari bersama menjaga nama Kota Batu sebagai sentra wisata,” kata Alfi Nurhidayat kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, Dian Fachroni mengaku telah melakukan klarifikasi kepada pedagang yang bersangkutan.

“Hasil klarifikasi menunjukkan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta. Namun peristiwa itu menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Dian.

Lebih lanjut, Diskumperindag akan melakukan pembinaan pada para PKL dengan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni legalitas perizinan, kepemilikan sertifikat halal, dan pemenuhan standar keamanan pangan.

“Kami bersama tim gabungan akan melakukan pembinaan terhadap sembilan paguyuban PKL yang berada di kawasan Alun-alun Kota Batu" lanjut Dian.

"Selain memastikan keamanan bagi konsumen, kami juga ingin memberikan perlindungan kepada pelaku usaha yang sudah patuh terhadap aturan,” jelasnya.

Saat ini dari data Diskumperindag Kota Batu terdapat sembilan paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu dengan jumlah total anggota sebanyak 537 UMKM binaan.

"Kami juga menekankan pentingnya hospitality. Keramahan pedagang menjadi bagian dari wajah Kota Batu karena Alun-alun adalah salah satu episentrum pariwisata yang harus dijaga bersama,” pungkas Dian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.