TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, resmi meluncurkan terobosan digital bernama KLIK RUMAH SAYA (Klinik Rumah Sehat Swadaya).
Inovasi yang digagas oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) ini dihadirkan untuk memangkas birokrasi serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh konsultasi seputar hunian secara praktis.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi pelayanan publik di daerah agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui sistem baru tersebut, masyarakat tidak lagi terbebani oleh batasan jarak maupun biaya transportasi hanya untuk sekadar berkonsultasi mengenai kelayakan bangunan rumah mereka.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Dharmasraya, Silaturrahim, menegaskan bahwa aksesibilitas menjadi kunci utama dari pengembangan inovasi berbasis platform pesan instan WhatsApp ini.
Menurut Silaturrahim, pemanfaatan aplikasi yang populer di tengah masyarakat tersebut bertujuan agar saluran komunikasi antara warga dan petugas dinas dapat terjalin secara fleksibel, kapan saja dan di mana saja.
Baca juga: Ombudsman Soroti Lahan Terbatas RSUP M Djamil, Minta Pengembangan Gedung dan Edukasi Layanan Digital
Seluruh cakupan informasi krusial kini dapat diakses secara komprehensif lewat satu pintu. Hal itu mencakup skema bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), standar teknis konstruksi bangunan, hingga aspek legalitas kepemilikan tanah dan bangunan.
Masyarakat yang berencana membangun dari nol maupun melakukan rehabilitasi struktur hunian juga dapat memanfaatkan kanal ini untuk berdiskusi langsung dengan tim teknis dari dinas terkait.
Silaturrahim mengungkapkan, pola pelayanan konvensional yang diterapkan selama ini memiliki banyak keterbatasan. Warga diwajibkan datang langsung ke kantor dinas pada jam kerja efektif untuk mendapatkan informasi teknis.
Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, khususnya bagi warga yang bermukim di pelosok atau wilayah yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Dharmasraya.
Selain menghabiskan ongkos perjalanan dan waktu yang tidak sedikit, prosedur tatap muka secara manual kerap menghadapi kendala pencatatan data. Dokumentasi riwayat konsultasi menjadi kurang tertata rapi.
Baca juga: Polisi Sambangi Sekolah di Dharmasraya untuk Cegah Kecelakaan dan Bullying pada Pelajar
Akibatnya, koordinasi antarpetugas maupun penyampaian tindak lanjut informasi kepada warga pemohon sering kali berjalan lambat dan tidak optimal.
“Hadirnya inovasi KLIK RUMAH SAYA diyakini mampu membenahi kelemahan administrasi terdahulu. Sistem digital secara otomatis mengarsip seluruh jejak percakapan dan permohonan konsultasi secara terstruktur,”terangnya dilansir resmi, Rabu (22/7/2026).
Pengarsipan digital yang rapi ini mempermudah jajaran Dinas Perkimtan dalam memantau, merespons, serta mengevaluasi setiap aduan dan kebutuhan rumah tangga pemohon secara transparan.
Inovasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Dharmasraya dalam memangkas sekat antara birokrasi pemerintah dan masyarakat luas.
Pemerintah daerah menaruh harapan agar setiap lapisan masyarakat mendapatkan edukasi pembangunan yang seragam. Hal ini penting demi menjamin bahwa bangunan yang didirikan warga telah memenuhi ambang batas rumah sehat dan layak huni.
Sasaran utama dari program ini diprioritaskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelompok warga yang berniat mendirikan hunian swadaya, serta masyarakat yang membutuhkan panduan pemugaran rumah.
Baca juga: Kuliner Pantai Gandoriah Paling Diburu, 5 Makanan Khas Pariaman yang Wajib Dicoba
Dengan daya jangkau yang melingkupi seluruh wilayah administratif Kabupaten Dharmasraya, program ini diharapkan mampu menghapus ketimpangan akses informasi pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Melalui keberlanjutan KLIK RUMAH SAYA, Pemkab Dharmasraya optimistis efisiensi dan transparansi tata kelola pelayanan di bidang perumahan rakyat dapat terus ditingkatkan.
Langkah adaptif memanfaatkan teknologi ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Pemkab Dharmasraya dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital (e-government) yang murni berorientasi pada kemudahan warga. (*)