TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN- Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Bulungan Ida Bagus Sidharahardja, mendorong adanya kebijakan pemerintah daerah yang dapat memperkuat pelaksanaan wajib satu tahun pendidikan PAUD sebelum masuk Sekolah Dasar (SD), sekaligus memastikan anak-anak memperoleh imunisasi dasar lengkap.
Menurut Ida Bagus Sidharahardja, kedua hal tersebut menjadi pondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan siap mengikuti pendidikan dasar.
Ida Bagus Sidharahardja menjelaskan, dari sisi pendidikan, Pokja Bunda PAUD berharap seluruh anak di Kabupaten Bulungan dapat mengikuti pendidikan PAUD minimal satu tahun sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun.
"Kalau dari segi pendidikan kami harapkan anak-anak di Bulungan sudah mendapatkan sekolah PAUD minimal setahun karena kita mendukung program wajib belajar 13 tahun yang satu tahunnya di PAUD," ujar Ida Bagus Sidharahardja kepada TribunKaltara.com, Rabu (22/7/2027).
Baca juga: Hari Anak Nasional, Guru PAUD di Bulungan Dibekali Edukasi Imunisasi dan Satu Tahun Pra Sekolah
Tak hanya pendidikan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Ia berharap ke depan seluruh anak yang akan masuk TK maupun SD telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
"Lalu di bidang kesehatan kami berharap ke depannya anak-anak yang masuk TK maupun SD itu sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap karena kunci kesehatan juga ada di imunisasi," katanya.
Karena itu, pihaknya berharap Pemkab Bulungan dapat mempertimbangkan penerbitan kebijakan, misalnya melalui surat edaran, yang mengatur persyaratan masuk TK maupun SD.
"Jadi kami harapkan dari pemerintah daerah bisa mengeluarkan kebijakan misalnya berupa edaran tentang persyaratan masuk SD maupun TK," ucapnya.
Meski demikian, Ida Bagus Sidharahardja mengakui penerapan wajib satu tahun PAUD sebelum SD masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, Pokja Bunda PAUD hanya berperan mendorong, sedangkan kebijakan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Wajib belajar minimal setahun sebelum SD ini memang masih menjadi kendala kami karena kami di Pokja hanya mendorong, namun kebijakan sepenuhnya ada di pemerintah daerah," jelasnya.
Baca juga: Bunda PAUD Nunukan Pastikan Sekolah Ramah Anak di Hari Pertama Masuk, Pentingnya Belajar yang Nyaman
Sebagai langkah awal, pihaknya berharap para guru dan kepala sekolah PAUD dapat mengedukasi orang tua mengenai pentingnya pendidikan usia dini serta imunisasi.
Selain itu, ia mengusulkan dilakukan pendataan terhadap anak-anak yang mendaftar ke TK maupun SD untuk mengetahui apakah sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap.
"Kalau ternyata belum, datanya bisa disampaikan ke puskesmas sehingga mereka bisa mendapatkan imunisasi. Walaupun ketika balita belum mendapatkan imunisasi, itu masih bisa dirapel," ungkapnya.
Ia menegaskan, kepala sekolah PAUD diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.
"Harapannya kepala sekolah peduli tidak hanya masalah pendidikan tapi juga dengan masalah kesehatannya karena ini seperti dua sisi mata uang yang saling terkait," katanya.
Menurutnya, anak yang sehat akan lebih mudah mengikuti proses belajar sehingga mampu berkembang secara optimal.
"Kalau anak cerdas kita harapkan dia juga sehat, dan kalau anak sehat dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik, jadi saling berkesinambungan," ujarnya.
Meski mendorong adanya kebijakan, Ida Bagus menilai penerapannya belum bisa dilakukan secara langsung karena masih terdapat sejumlah keterbatasan, mulai dari belum meratanya akses PAUD, sarana prasarana kesehatan hingga rendahnya pemahaman sebagian masyarakat.
"Kita harapkan ini dulu disiapkan baru bisa diwajibkan. Demikian juga dari Dinas Pendidikan juga masih belum berani mewajibkan karena kita juga belum siap secara sarana dan prasarana," jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan penjelasan dokter spesialis anak dalam seminar tersebut, terdapat perbedaan perkembangan pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi maupun tidak mengikuti pendidikan PAUD sebelum masuk SD.
"Dokter spesialis anak juga mengatakan, kita bisa melihat perbedaan pada anak-anak yang belum imunisasi atau yang tidak mendapatkan PAUD sebelum SD," pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti