TRIBUNKALTARA.COM - Kurniawan Ary Susanto masih ingat dengan ayunan balok kayu rangka plafon itu mengarah ke kepalanya.
Ia sempat refleks, namun ia pun tersungkur dan harus menerima tendangan dari orang-orang yang tak dikenalnya.
Sopir online warga Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur itu, mengaku sedikitnya tujuh orang mengeroyoknya.
"Saya sempat refleks lihat dipukul pakai kayu. Habis itu langsung jatuh. Waktu sudah jatuh masih ditendang. Saya cuma berusaha lindungi kepala," ujar Kurniawan, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Cek Kesehatan Koki dan Petugas Dapur Warga Binaan, Ini Penjelasan Kepala Rutan Balikpapan
Nasib apes Kurniawan itu terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 23.50 WITA.
Ia bercerita, saat itu Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 23.50 WITA, ia mendengar keributan di tempat tinggalnya, tepatnya di Rusunawa RT 04, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur.
Menurut Kurniawan, di lantai dua tempat tinggalnya, ia melihat terdapat sekitar 20 orang di lokasi kejadian yang diduga melakukan tindakan kekerasan.
Ia pun berinisiatif baik untuk melerai, namun sekira tujuh hingga delapan orang diduga justru mengeroyok dirinya.
Kurniawan mengaku tidak mengenal para pelaku.
Namun, berdasarkan cerita penghuni lain, keributan diduga berawal dari persoalan tuduhan pencurian bensin di sekitar rusun.
Menurutnya, seorang penghuni memergoki seseorang mengambil bensin di warung sekitar rusun, lalu melaporkannya kepada pemilik warung.
Pelaku diduga tidak terima dan mencari penghuni yang melaporkannya.
"Mereka katanya sempat mencari orang itu sampai tahu tinggalnya di rusun. Sebelum menyerang, mereka juga sempat minum-minuman di taman belakang," ungkapnya.
Saat tiba di rusun, rombongan tersebut diduga sudah memarkir sepeda motor di luar kawasan sebelum masuk melakukan penyerangan.
"Mereka memang datang untuk menyerang. Kendaraan sudah diparkir di luar," katanya.
Kurniawan mengatakan, aksi pengeroyokan baru berhenti setelah banyak penghuni rusun keluar dari kamar masing-masing.
"Begitu warga pada turun, mereka langsung kabur naik motor," ujarnya.
Kurniawan kini masih mengalami gangguan penglihatan akibat dipukul menggunakan balok kayu oleh sekelompok pelaku.
Akibat pukulan tersebut, Kurniawan mengalami memar di kepala, mata, pundak, punggung, siku, hingga kaki.
Hasil pemeriksaan CT scan pada hari pertama juga sempat menunjukkan adanya pendarahan.
"Hari pertama sempat ada pendarahan. Hari kedua sudah normal, tapi sekarang mata masih kabur," ucapnya.
Gangguan penglihatan itu membuatnya belum berani kembali bekerja sebagai sopir online.
"Kalau pusing sudah tidak, tapi mata masih kabur. Saya tidak berani bawa motor karena takut membahayakan penumpang. Sudah beberapa hari tidak ada pemasukan, bahkan sempat kepikiran jual barang," katanya.
Kurniawan mengaku telah membuat laporan polisi keesokan paginya setelah menjalani pemeriksaan medis.
Ia berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Harapan saya pelakunya cepat tertangkap supaya ada efek jera dan tidak ada korban lagi," katanya.
Ia juga berharap pengelolaan Rusunawa Manggar Baru dapat meningkatkan keamanan, salah satunya dengan membatasi akses ke taman yang berada di belakang rusun.
"Kalau bisa tamannya dipagar atau ditutup pada malam hari. Biar tidak sembarang orang masuk ke lingkungan rusun," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP Much Chusen membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.
Polisi menyebut korban dipukul menggunakan potongan kayu di bagian kepala sebelum dikeroyok sejumlah pelaku lainnya.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi para pelaku. (*)