Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) melalui Suku Dinas Kebudayaan menggelar Festival Teater Pelajar (FTP) 2026 pada 20-27 Juli di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanjung Priok, dalam rangka membuka ruang semangat dan kreativitas generasi muda kota setempat.

“Festival yang menjadi wadah ekspresi sekaligus pembinaan seni bagi pelajar ini mendapat sambutan luar biasa. Dari 16 grup yang mendaftar, hanya 10 grup yang berhasil lolos proses kurasi dan berhak tampil di hadapan dewan juri profesional,” kata Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara Dya Perwita Kusuma di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan Festival Teater Pelajar merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara berjenjang. Tahun ini, penyelenggaraannya berkolaborasi dengan Ikatan Teater Jakarta Utara (ITERA) untuk menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas.

“Festival tahun ini mendapat antusiasme yang tinggi. Sebanyak 16 grup mendaftar dan setelah melalui proses kurasi sejak Juni lalu, terpilih 10 grup terbaik untuk tampil,” ujar Dya.

Dia menuturkan selama sepekan pelaksanaan, dua grup teater tampil setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Beragam tema dan pesan sosial diangkat dalam setiap pementasan, yang menunjukkan kemampuan para pelajar dalam mengolah ide, menghidupkan karakter, serta menyampaikan pesan melalui seni pertunjukan.

Dia pun berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran dan apresiasi bagi para pelajar untuk semakin mencintai seni teater.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk berekspresi, mengembangkan kreativitas, serta ikut melestarikan seni teater di kalangan generasi muda,” tutur Dya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara Wawan Setiawan menyebutkan 10 grup yang tampil itu terdiri dari Teater Adi Kari (SMAN 80), Teater Delta (SMAN 83), Teater Selam (SMAN 72), Pelaku Teater (SMAN 40), Teater Roket (SMKN 23), Bila Teater (SMAN 92), Teater S’Tea (SMK Sejahtera), Teater Empat Wajah (SMKN 4), Teater Salim (SMKN 55), dan Teater Anantara (SMAN 114).

Menurut dia, seni teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain mengasah kemampuan seni peran, teater juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan memahami berbagai sudut pandang kehidupan.

“Melalui teater, para siswa belajar memahami karakter yang diperankan sehingga dapat membentuk kepribadian yang lebih kuat,” ungkap Wawan.

Nantinya, juara pertama hingga ketiga akan mewakili Jakarta Utara pada Festival Teater Pelajar tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Selain memperebutkan gelar juara umum, para peserta juga bersaing dalam sejumlah kategori penghargaan, antara lain Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria dan Perempuan Terbaik.

Kemudian, Pemeran Pembantu Pria dan Perempuan Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Rias Terbaik, Penata Lampu Terbaik, Penata Kostum Terbaik, hingga Manajemen Panggung dan Produksi Terbaik.

Panitia menyediakan uang pembinaan sebesar Rp12,5 juta bagi juara pertama, Rp10 juta untuk juara kedua, dan Rp8,5 juta bagi juara ketiga. Pemenang akan diumumkan pada malam penutupan festival 27 Juli 2026.

Salah satu peserta dari Teater Selam SMAN 72 Jakarta Prana Pratama Putra (17) mengaku bangga dapat menjadi bagian dari festival tersebut. Bersama 15 anggota timnya, ia telah menjalani persiapan intensif sejak tahun lalu untuk memberikan penampilan terbaik.

“Kami mengangkat tema tentang gaya hidup anak muda masa kini dan persiapannya cukup panjang, tetapi kami tetap kompak dan optimistis bisa tampil maksimal serta melangkah ke tingkat provinsi,” ungkap Prana.