Viral Sekolah Dasar di Jakarta Roboh Sejak 2024, Diduga Sempat Terkendala Anggaran
adisaputro July 22, 2026 09:39 PM

TRIBUNWOW.COM - Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang sudah roboh sejak 2024 kembali jadi sorotan masyarakat.

Bangunan tersebut belum diperbaiki selama dua tahun dan baru saja mendapat perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta setelah videonya viral di media sosial.

Pemprov DKI Jakarta memastikan pembangunan kembali sekolah tersebut akan kembali diusulkan dalam APBD Tahun Anggaran 2027.

Dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah video bangunan yang roboh viral.

"Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," ujar Pramono kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan persoalan tersebut akan menjadi perhatian khusus pemerintah.

"Jakarta begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," lanjutnya.

Baca juga: Viral Anak Disabilitas Diduga Dirundung, Manajemen Rumah Makan Akhirnya Minta Maaf

Pembangunan akan Segera Diusahakan

Pramono juga memastikan pembangunan sekolah akan segera ditindaklanjuti.

"Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," tegasnya.

Meski pembangunan fisik belum bisa dimulai dalam waktu dekat, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan rehabilitasi total sekolah tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan sebenarnya sudah memasuki tahap perencanaan sejak 2025 melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.

Namun, realisasi pembangunan baru akan kembali diusulkan pada APBD Tahun Anggaran 2027.

"Proses perencanaan terus dilanjutkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga siswa kembali belajar di gedung yang aman, nyaman, dan memenuhi standar sarana pendidikan," ujar Nahdiana.

Menurutnya, pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap menjadi bagian dari prioritas mereka.

Baca juga: Viral Pria Diduga Bakar Rumah Mantan Istri di Kediri: Ini Motif, Kronologi, hingga Kesaksian Warga

Atap Roboh Sejak 2024, Ratusan Siswa Terpaksa Mengungsi

Dilansir oleh TribunJakarta.com pada Rabu (22/7/2026), Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mengalami kerusakan berat setelah sebagian rangka atap roboh pada November 2024.

Berdasarkan rekomendasi teknis dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, gedung sekolah dinyatakan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejak 27 November 2024, seluruh aktivitas di gedung tersebut dihentikan demi alasan keselamatan.

Sebanyak 270 siswa kemudian dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di lokasi berdampingan.

Selama hampir dua tahun terakhir, proses belajar mengajar dilakukan menggunakan sistem dua shift, bahkan sempat menerapkan hingga tiga shift karena keterbatasan ruang kelas.

Kondisi tersebut terus berlangsung hingga saat ini sambil menunggu pembangunan sekolah direalisasikan.

Baca juga: Viral Pegawai Resto Diduga Ejek Anak Disabilitas di Jagakarsa, Ibu Ungkap Kronologi

Pemprov Pastikan Hak Belajar Tetap Terjamin

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan para siswa akan belajar sementara di lokasi yang berbeda selama sekolah dibangun ulang.

Ia juga memastikan perpindahan lokasi belajar tidak mengurangi kualitas pendidikan yang diterima para siswa.

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal," ujar Nahdiana pada Kompas.com, Senin (21/7/2026).

Ia menambahkan, seluruh proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku dan didampingi guru meski berlangsung dengan sistem dua shift.

"Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif,"

Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan," lanjut Nahdiana.

Senada dengan itu, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan pendidikan selama pembangunan belum dimulai.

Baca juga: Viral Pegawai Resto Diduga Ejek Anak Disabilitas di Jagakarsa, Ibu Ungkap Kronologi

Pembangunan Tertunda karena Anggaran

Pembangunan sekolah tersebut diduga tertunda sejak tahun 2024 karena penyesuaian anggaran.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah pada Senin (21/7/2026).

Menurut Ima, sejumlah program pembangunan harus dikurangi saat penyesuaian anggaran dilakukan sehingga proyek sekolah tersebut belum dapat direalisasikan.

"Memang kemarin anggarannya kan beberapa refocusing, beberapa yang dikurangi dan sebagainya. Tapi saya minta kepala dinas segera dibangun," ujarnya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan memastikan anggaran pembangunan telah kembali masuk dalam perencanaan.

"Jadi di 2027 mulai anggarannya," kata Ima.

Saat ini, Dinas Pendidikan segera mendata seluruh sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.

Sekolah dengan tingkat kerusakan berat disebut menjadi prioritas pembangunan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

(TribunWow.com/Peserta Magang Universitas Sebelas Maret/Meyra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.