Pemkab Lumajang Siapkan Seragam Sekolah Gratis untuk 11 Ribuan Siswa, Ini Perhitugannya
Dyan Rekohadi July 22, 2026 10:05 PM

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang siapkan seragam sekolah gratis bagi murid baru tahun ajaran 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang,  Patria Dwi Hastiadi mengatakan, bantuan seragam sekolah ini diperuntukan untuk siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Untuk SD dan SMP kira kira kisaran 10-11 ribu siswa," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Seragam Gratis SD-SMP di Lumajang Telan Rp4,9 Miliar, DPRD Dorong Sekolah Swasta Juga Dapat

 

Perhitungan Siswa Penerima Seragam Gratis


Menurut Patria Dwi Hastiadi, perhitungan jumlah siswa calon penerima seragam sekolah gratis ini berdasarkan data yang dimiliki Dindikbud Lumajang tiga tahun terakhir.

Sebab bantuan itu juga menyasar murid baru karena pindah lembaga pendidikan.

"Kami pakai data tiga tahun terakhir, lalu kami rata-rata. Kemudian kami juga ajukan tambahan stok, mungkin ada siswa baru pindahan dan lain sebagainya," ucap Patria.

Bantuan seragam sekolah gratis ini, kata Patria, hanya mengcover siswa baru di SD dan SMP Negeri di bawah kewenangan Pemkab Lumajang, karena anggarannya tidak cukup jika diberikan kepada murid sekolah swasata.

"Kami juga berkoordinasi dengan beberapa lembaga, mungkin Kemenag juga mengusulkan kepada bupati. Agar usulannya diakomodir dalam pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK)," imbuhnya.

Baca juga: Pemprov Jatim Bagikan 42 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Berstatus Afirmasi

 

Bupati Minta Orangtua dan Sekolah Bersabar


Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta para orang tua menunggu penyaluran seragam gratis dari pemerintah.

Dia meminta lembaga pendidikan memberikan kelonggaran anak didiknya mengunakan seragam seadanya pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

"Kalau yang masuk SD pakai seragam TK, yang SMP pakai seragam SD, atau kalau mau pinjam seragam bekas kakaknya atau saudaranya juga boleh," tambahnya.

Salain itu, dia juga meminta pihak sekolah tidak mengharuskan wali murid membeli seragam baru bagi anak didiknya, sebab hal tersebut akan menambah beban pengeluaran keluarga di awal tahun ajaran.

"Seharusnya seperti itu (sekolah tidak menyuruh orang tua beli seragam), tunggu seragam gratis dari pemerintah. Kami tidak bisa taksir berapa siswa yang masuk, jadi kami tunggu data pasti berapa yang terjaring dalam SPMB baru. Kemudian kami rencanakan penganggarannya," pungkas perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.