Breaking News: Mobil Avanza Terjun ke Jurang 50 Meter di Madiun, Dua Orang Tewas dan Lima Terluka
Sudarma Adi July 23, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Kecelakaan maut melanda wilayah perbukitan Kabupaten Madiun.

Sebuah minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW terjun ke jurang sedalam sekitar 50 meter di Jalan Raya Desa Segulung, RT 03 RW 02, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Tragedi ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta lima orang penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban diketahui merupakan satu rombongan warga yang berasal dari Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Dua korban meninggal dunia terdiri dari pengemudi minibus dan seorang penumpang.

Baca juga: Pemkab Madiun Mulai Lelang Paket Perbaikan Jalan Rp 89 M, Panjang Perbaikan Terpangkas

Salah satu korban tewas seketika di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat dievakuasi dalam kondisi kritis namun menghembuskan napas terakhir tak lama kemudian.

Adapun lima korban luka-luka segera dilarikan oleh warga dan petugas ke RSUD Dolopo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kesaksian Warga: Dengar Suara Benturan Keras Empat Kali

Ketua RT 03 Desa Segulung, Sar Kuntoro, mengungkapkan detik-detik mencekam saat peristiwa itu terjadi.

Kuntoro mengaku sempat mendengar suara dentuman sangat keras beruntun dari arah jalan di atas jurang dekat kediamannya.

"Awalnya tidak tahu ada kecelakaan. Cuma dengar suara keras seperti truk sedang menurunkan barang, suaranya keras sampai empat kali sekitar jam 7 malam," tutur Kuntoro saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (22/7/2026) malam.

Penasaran dengan suara tersebut, warga sekitar langsung berbondong-bondong menuju titik arah suara dan mendapati sebuah mobil minibus telah berada di dasar jurang dengan kondisi ringsek parah.

"Saat kami cek bersama warga, ternyata ada mobil jatuh dari atas. Satu orang sudah meninggal di tempat, satu orang lagi sempat dievakuasi dalam kondisi masih hidup tetapi tidak lama kemudian meninggal dunia. Sisanya mengalami luka-luka," imbuhnya.

Jalur Rawan Tikungan Tajam dan Minim Pembatas Jalan

Kuntoro membeberkan bahwa ruas Jalan Raya Desa Segulung di titik kejadian memang dikenal sangat rawan dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Selain kondisi jalan yang menanjak dan memiliki tikungan sangat tajam, pengaman di sisi jurang dinilai sangat minim.

"Jalannya tikungannya terlalu tajam. Pengamannya di pinggir jalan cuma susunan ban bekas saja. Di sini memang sering terjadi kecelakaan, sekitar dua sampai tiga bulan lalu juga ada kecelakaan sepeda motor," jelasnya.

Dugaannya, kendaraan melaju dari arah atas sebelum akhirnya hilang kendali saat melintasi tikungan presisi hingga menerobos benteng pembatas ban bekas dan terjun ke dasar jurang.

Hingga Rabu malam, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Madiun masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.