Wakil Ketua DPRD Gresik Dukung Keberadaan Sentra IKM Logam di Menganti, Jadi Jembatan ke Industri
Sudarma Adi July 23, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Potensi industri manufaktur skala mikro di kawasan Gresik selatan kini resmi memiliki wadah pengembangan yang makin solid.

Keberadaan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam yang berlokasi di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif DPRD Kabupaten Gresik.

Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, menilai kehadiran Sentra IKM Logam merupakan langkah sangat strategis Pemkab Gresik dalam merangkul ratusan pelaku usaha logam mandiri yang selama ini berkembang pesat di wilayah Menganti dan sekitarnya.

"Sentra ini menjadi awal yang sangat baik bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan maksimal, mulai dari penguatan kapasitas produksi hingga perluasan akses pasar bagi produk-produk lokal," ujar Mujid di Gresik, Rabu (22/7/2026).

Siapkan Anggaran Galeri di APBD 2027 dan Usul Jadi Balai Latihan Kerja

Politisi asal Domas, Menganti ini menekankan bahwa Sentra IKM Logam tidak boleh berhenti hanya sebagai tempat produksi bersama. Ia mendorong kawasan yang masih memiliki lahan cukup luas ini dilengkapi dengan galeri pameran produk unggulan serta difungsikan sebagai Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca juga: Merasa Dirugikan, Tersangka Dugaan Pemalsuan SK ASN Gresik Gugat Bupati hingga Polisi

DPRD Gresik menyatakan kesiapannya untuk mengawal penganggaran pembangunan gedung galeri produk tersebut pada pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 mendatang.

"Kami berharap pada 2027 nanti bisa dianggarkan pembangunan gedung galeri untuk menampung dan memamerkan hasil karya IKM agar makin dikenal luas. Selain itu, sentra ini harus jadi tempat magang dan pelatihan bagi siswa-siswi SMA dan SMK. Kami akan maksimalkan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Jatim," tegasnya.

Solusi Mesin Modern dan Sinergi Kawasan Industri Raksasa JIIPE - KIG

Sebelumnya, peresmian Sentra IKM Logam Desa Hulaan dilakukan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Pembangunan fasilitas ini terwujud berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut mengungkapkan bahwa Kabupaten Gresik tidak hanya ditopang oleh kawasan industri multinasional, melainkan juga digerakkan oleh manufaktur skala rumah tangga (home industry manufacturing), seperti di Desa Pelemwatu dan Desa Laban.

Warga di kawasan tersebut secara konsisten memproduksi aneka alat pertanian, peralatan konstruksi, hingga penunjang peternakan. Namun, akses terhadap mesin berteknologi tinggi berukuran besar kerap menjadi kendala utama bagi para perajin lokal.

"Banyak mesin produksi spesifikasi besar yang harganya tidak terjangkau jika dibeli secara mandiri oleh pelaku usaha mikro. Sekarang, fasilitas mesin modern itu bisa dimanfaatkan bersama di Sentra IKM ini," jelas Gus Yani.

Gus Yani juga mendorong terjadinya integrasi bisnis antara IKM lokal dengan kawasan industri raksasa di Kabupaten Gresik, seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). Melalui kolaborasi ini, produk IKM Menganti diharapkan mampu menjadi bagian dari rantai pasok (supply chain) industri nasional. (ADV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.