Aksi Massa di Nabire, Mahasiswa Tuntut Keadilan Atas Kasus Operasi Militer di Intan Jaya
Paul Manahara Tambunan July 23, 2026 09:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Sekelompok massa aksi dari Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya (GPMI-I) se-Indonesia memadati kawasan Perempatan Wadio, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/7/2026).

Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT ini digelar untuk menyuarakan tuntutan keadilan atas berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Pantauan awak Tribun-Papua.com di lapangan, massa membawa sejumlah pamflet berisikan aspirasi dan kecaman terhadap isu kemanusiaan di daerah asal mereka.

Tak hanya di Perempatan Wadio, massa aksi dikabarkan berkumpul di beberapa titik strategis lain di Distrik Nabire, di antaranya kawasan SP 1, Kampus Uswim, Siriwini, hingga Pasar Karang.

Baca juga: Temuan Komnas HAM: Proyektil yang Tewaskan Ibu Hamil di Intan Jaya Diduga Berasal dari Pos Satgas

Rencananya, seluruh massa aksi dari berbagai titik kumpul tersebut akan bergerak bersama menuju Gedung DPRD Provinsi Papua Tengah di Jalan Jenderal Sudirman.

Kendati ada konsentrasi massa di sejumlah perempatan jalan, aktivitas perekonomian masyarakat seperti pertokoan, warung, dan perhotelan terpantau masih beroperasi normal.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga tetap berjalan lancar.

650 Polisi Diterjunkan

Untuk mengawal jalannya aksi penyampaian aspirasi agar tetap aman dan tertib, pihak kepolisian menyiagakan ratusan personel pengamanan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengonfirmasi pihaknya menerjunkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.

"Untuk mengamankan penyampaian aspirasi agar tidak mengganggu Kamtibmas, kami menurunkan 650 personel yang tergabung dari unsur TNI, Polri, hingga Satpol-PP," ujarnya.

Guna mengantisipasi kemacetan dan penumpukan massa di jalanan, Polres Nabire juga mengambil langkah proaktif dengan menyediakan armada transportasi bagi para peserta aksi.

Baca juga: Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya: Komnas HAM, DPR, MRP Desak Evaluasi Pengamanan di Papua

"Polres menyiapkan 10 unit truk guna memfasilitasi massa menuju tempat tujuan penyampaian aspirasi di DPRD," tambahnya.

AKBP Samuel mengimbau seluruh peserta aksi unjuk rasa agar dapat menyampaikan aspirasinya secara damai, tertib, dan tidak terprovokasi.

"Kami berharap kepada massa aksi untuk dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara yang baik dan santun," ujarnya.

Ia juga meminta warga Kota Nabire untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa tanpa perlu merasa cemas berlebihan.

Masyarakat diminta segera melapor ke call center 110 Polres Nabire jika menemukan hal-hal menonjol yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.