Puluhan Hektar Lahan di Kabupaten Bangka Hangus Terbakar Selama 20 Hari
Ardhina Trisila Sakti July 23, 2026 10:03 AM

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Bangka, 51,5 hektare lahan telah hangus dilalap api dalam kurun waktu 20 hari, terhitung sejak 2-21 Juli 2026 kemarin.

​Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Essy Yanuar mengungkapkan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada bulan ini melonjak drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya, Kamis (22/7/2026).

​"Kondisi cuaca memasuki musim kemarau ini, intensitas Karhutla di bulan Juli ini tinggi sekali," kata Essy Yanuar.

​Kebakaran terpantau masif di empat Kecamatan utama yakni Sungailiat, Riau Silip, Merawang dan Pemali.

Dari total luas wilayah yang terbakar, kerusakan terparah terkonsentrasi di Kecamatan Sungailiat dan Merawang.

"Lahan-lahan kering yang menjadi korban didominasi kawasan di sekitar destinasi wisata pantai serta jalur vital, termasuk Jalan Lintas Timur dan kawasan Matras," terangnya.

20260723 Tim pemadam kebakaran dari Damkar Bangka
KEBAKARAN -- Tim pemadam kebakaran dari Damkar Bangka, ketika memadamkan api di sejumlah titik di Kecamatan Sungailiat,

Frekuensi kejadian rata-rata terjadi 1-2 kali insiden kebakaran per hari. Lalu, skala kerusakan setiap kejadian umumnya menghanguskan 0,5-1,5 hektar lahan.

"Kasus terbesar, rekor terluas tercatat terjadi di kawasan Matras, Kecamatan Sungailiat. Dimana satu insiden tunggal, melahap lahan seluas empat hektar," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan kesiapsiagaan personel pemadam kebakaran mampu meredam laju api agar tidak merembet ke area yang lebih luas.

"Tim damkar kami gerak cepat padamkan api tidak meluas, kami mendesak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring potensi cuaca panas yang masih akan berlangsung," tegasnya.

Apalagi, dua pemicu utama yang diwaspadai adalah aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar serta keteledoran pengendara kendaraan di jalan raya yang sengaja membuang api hingga berakibat kebakaran lahan.

"Kami terus mengimbau seluruh warga, tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka kebun di tengah cuaca ekstrem," ucapnya.

"Selanjutnya, pengendara yang melintas diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang masih menyisakan bara api," pintanya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.