Pasar Teknologi Menggeliat, Solusi Komputasi dan Dokumentasi Digital Dilirik Kreator Bali
Putu Kartika Viktriani July 23, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertumbuhan pesat industri kreatif dan aktivitas digital di destinasi pariwisata utama seperti Bali mendorong lonjakan kebutuhan akan perangkat portabel berkinerja tinggi. 

Bagi para kreator konten dan pekerja jarak jauh di Pulau Dewata, mobilitas yang tinggi serta tuntutan visual berkualitas menjadi prioritas dalam memilih alat pendukung kerja. 

Menjawab dinamika lapangan tersebut, Perusahaan telekomunikasi legendaris Motorola meluncurkan Motorola Razr Fold di pasar Indonesia untuk mengisi segmen perangkat melipat bergaya book-style.

Pertumbuhan aktivitas produksi konten di ruang-ruang kerja fleksibel kawasan Canggu hingga Ubud menuntut fleksibilitas hardware yang tidak sekadar ringkas, tetapi juga andal untuk proses editing dan visual. 

Kehadiran perangkat layar lipat berlayar lebar dinilai menjadi tren baru dalam mendukung alur kerja digital yang serba cepat.

 

"Inovasi yang relevan terus kami hadirkan dengan kebutuhan pengguna masa kini," kata Country Head Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo kepada Tribun Bali, pada Rabu 22 JUli 2026.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Distan Bali Bentengi 244 Subak Terdampak

Ia menambahkan bahwa hadirnya seri ini melengkapi jajaran portofolio perusahaan di Indonesia, mulai dari seri moto g, edge series, hingga lini flagship.

"Dengan memadukan sistem kamera kelas flagship, baterai berkapasitas terbesar di kelas smartphone foldable, performa powerful dengan dukungan AI, serta desain premium yang dirancang dengan presisi, membuka era baru bagi smartphone foldable," paparnya.

Secara teknis, perangkat ini mengusung layar eksternal 6,6 inci yang dapat dibuka menjadi layar utama 8,1 inci 2K LTPO.

Ketebalannya mencatatkan angka 4,6 mm saat dibeberkan dan 9,9 mm ketika dilipat. 

Untuk menunjang ketahanan mekanis, produsen menyematkan engsel teardrop berbahan baja tahan karat serta pelat titanium di balik layar utama guna meratakan tekanan lipatan. 

Struktur ini dipadukan dengan Ultra-Thin Glass, lapisan Anti-Shock Film, serta perlindungan luar Corning Gorilla Glass Ceramic 3 yang mencatatkan ketahanan benturan lebih dari 75 persen dibanding generasi terdahulu.

"Fleksibilitas penggunaan juga diakomodasi melalui Laptop Mode untuk pengetikan dan Tent Mode untuk pemantauan layar," jelasnya. 

Di bagian fotografi faktor penting bagi dokumentasi lanskap dan budaya perangkat ini mengantongi sertifikasi DXOMARK Gold Label. 

"Konfigurasi kameranya mencakup sensor utama 50MP Sony LYTIA 828 yang mendukung perekaman video hingga resolusi 8K dan format Dolby Vision, serta akurasi warna berlisensi Pantone Validated," bebernya. 

Daya tahan operasional disokong baterai berkapasitas 6000mAh berbasis teknologi silicon-carbon. 

"Pengisian daya cepat diakomodasi oleh pengisian kabel 80W TurboPower yang diklaim mampu memberikan daya hingga 12 jam penggunaan dalam 12 menit pengisian, serta dukungan pengisian nirkabel 50W TurboPower," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.