Andre Patiran: Polisi Muda Asli Fakfak yang Tak Lepas dari Dunia Sepak Bola
Hans Arnold Kapisa July 23, 2026 01:00 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Sosok anak muda asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Andre Patiran (23), menjadi teladan generasi muda.

Di tengah kariernya sebagai anggota Kepolisian, ia tetap menekuni olahraga futsal dan sepak bola, membuktikan bahwa cita-cita dan hobi bisa berjalan beriringan.

Andre merupakan putra Kampung Tanama, Distrik Pariwari, Fakfak. Sejak kecil ia gemar bermain bola di kampungnya.

“Saya anak asli Fakfak, Bapak saya marga Patiran dan ibu saya juga asli Fakfak, jadi darah asli kental begitu,” ujarnya saat ditemui TribunPapuaBarat.com, Kamis (23/7/2026).

Meski bercita-cita menjadi polisi sejak kecil, Andre mengaku sepak bola sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

“Saya memang dari dulu ingin sekali menjadi polisi, tetapi di lain sisi hobi saya bermain sepak bola. Makanya sepak bola ini sudah tidak bisa dipisahkan dari hidup saya,” katanya.

Baca juga: Sosok Inspiratif Hasim Bintahir, Fotografer Muda Fakfak yang Bangun Studio Sendiri

Karier dan Prestasi di Lapangan

Dari lapangan kompleks di Tanama, Andre kini telah mengikuti sejumlah kompetisi, mulai dari Liga 3 pada 2023–2024 hingga Liga 4 pada 2025–2026.

“Sejauh ini masih bermain di dalam Papua, tetapi kalau ada kesempatan pastinya juga ingin punya pengalaman di luar,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari keluarga dan institusi tempatnya bertugas.

“Alhamdulillah orangtua selalu support, begitu pun pimpinan di Polres Kaimana memberikan dukungan penuh kepada saya,” katanya.

Andre resmi diterima sebagai anggota Polri pada 2021. Ia mengakui perjuangan itu tidak mudah.

Baca juga: Sosok Hoegeng dari Fakfak, Aiptu Harmanto Sandang Penghargaan Polisi Berintegritas

“Harus ada pengorbanan baik dari sisi waktu maupun keluarga. Tapi itulah hidup, harus ada perjuangan dan pengorbanan. Saya selalu bersyukur atas setiap proses yang saya lalui karena itu mematangkan diri saya secara pengalaman dan emosional,” jelasnya.

Sebagai anak muda OAP (Orang Asli Papua), Andre berpesan agar generasi Fakfak tidak pernah menyerah mengejar cita-cita.

“Saya tetap percaya sampai hari ini bahwa kita anak-anak OAP atau anak-anak Fakfak punya potensi besar. Tinggal kemauan, kesempatan, dan motivasi diri saja,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar anak muda Fakfak tidak melupakan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

“Kita boleh hidup mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai melupakan jati diri kita sebagai anak Fakfak,” katanya.

Di media sosial, istilah “OAP Premium” kini populer untuk menggambarkan sosok OAP yang berpenampilan menarik, trendi, berprestasi, dan berkarisma.

Andre Patiran menjadi salah satu contoh nyata dari istilah tersebut: anak muda Fakfak yang mampu berprestasi, tetap menjaga identitas, dan menginspirasi generasi berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.