Bendung Tajum Banyumas Jadi Spot Foto Dadakan, Hamparan Bebatuan Jadi Magnet saat Musim Kemarau
rika irawati July 23, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bendung Tajum di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, jadi tempat wisata dadakan.

Debit air yang surut seiring datangnya musim kemarau justru memperlihatkan bebatuan sungai yang menarik bagi warga.

Air mengalir yang masih terlihat di sela batu dan memantulkan cahaya mataharik menambah daya tarik.

Apalagi, sungai ini berada di kawasan perbukitan hijau yang menambah suasana asri dan menenangkan. 

Kondisi itu membuat Bendung Tajum kembali ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati suasana alam.

Tak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga untuk bermain air di tepian sungai, memancing, berfoto, hingga sekadar duduk menikmati semilir angin yang sejuk. 

Baca juga: Puji RSUD Ajibarang, Andik Soroti Kurangnya Puskesmas di Banyumas Barat

Fenomena musiman ini menjadikan Bendung Tajum sebagai destinasi wisata alam dadakan yang selalu ramai ketika kemarau tiba.

Seorang warga Desa Tipar Kidul, Ciptaning Dasyandani mengatakan, Bendung Tajum memiliki daya tarik tersendiri setiap memasuki musim kemarau.

Menurutnya, surutnya debit air justru membuka keindahan Sungai Tajum yang tidak dapat dinikmati saat musim hujan.

"Saat kemarau seperti sekarang, masyarakat bisa menikmati keindahan Sungai Tajum dari dekat."

"Banyak warga datang bersama keluarga, menikmati suasana sore, berfoto, hingga sekadar duduk menikmati udara yang sejuk."

"Potensi wisata ini sangat besar apabila dikelola dengan baik," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai, kawasan tersebut layak dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam tanpa menghilangkan karakter aslinya.

"Pemandangannya sangat indah, airnya jernih dan udaranya sejuk."

"Tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga tanpa harus pergi jauh."

"Semoga kebersihannya tetap dijaga agar semakin banyak orang yang berkunjung," katanya.

Saluran Irigasi Utama

Di balik keindahan alamnya, Bendung Tajum sejatinya merupakan salah satu infrastruktur pengairan penting di Kabupaten Banyumas. 

Bendung yang berada di Desa Tipar Kidul ini dibangun untuk mengatur aliran Sungai Tajum sebagai sumber irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Banyumas bagian barat.

Baca juga: Sempat Pecat Perangkat Desa, Kades Klapagading Kulon Banyumas Kini Diberhentikan atas Dugaan Korupsi

Bendung Tajum merupakan bagian dari Daerah Irigasi Tajum yang mengairi sekitar 3.200 hektare lahan sawah. 

Pasokan air dari bendung ini dimanfaatkan oleh petani di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Wangon, Kecamatan Jatilawang, dan Kecamatan Rawalo.

Selain memiliki fungsi strategis bagi sektor pertanian, Bendung Tajum juga menyimpan nilai sejarah. 

Bendung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1973 dan hingga kini masih menjadi salah satu infrastruktur irigasi yang berperan penting dalam menopang ketahanan pangan di Banyumas.

Warga berharap, potensi wisata yang muncul setiap musim kemarau dapat dikembangkan melalui penataan kawasan, penyediaan fasilitas umum, hingga pengelolaan yang lebih baik tanpa mengurangi fungsi utama bendung sebagai sarana irigasi.

Dengan penataan yang tepat, Bendung Tajum dinilai tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.