TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pemkot Tarakan menargetkan peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) pada penilaian berikutnya. Saat ini, Tarakan masih menyandang predikat Madya, namun pemerintah optimistis dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tarakan, Khairul usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (23/7/2026).
Khairul mengatakan, evaluasi Kota Layak Anak terus berjalan setiap tahun. Ia berharap hasil penilaian berikutnya mampu mengangkat status Tarakan dari predikat Madya menuju Nindya.
"Kalau kita evaluasi Kota Layak Anak kan sebenarnya sampai saat ini kita udah di Madya, ya," kata Khairul.
Baca juga: Tarakan Kaltara Raih Predikat Madya di Penganugerahan Kota Layak Anak, Khairul Sebut Masih Banyak PR
Menurut Wali Kota Tarakan, Pemkot Tarakan menaruh harapan besar agar capaian tersebut dapat meningkat pada proses evaluasi mendatang.
"Harapan kita mudah-mudahan sih bisa naik ke Paripurna, ya. Jadi sekarang ini masih di Madya, tapi saya kira mudah-mudahan nanti bisa naik tingkat lagi lah ke depan," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap tahun Pemkot Tarakan selalu berharap adanya peningkatan hasil penilaian Kota Layak Anak. Karena itu, ia menilai Tarakan semestinya sudah mampu mencapai predikat yang lebih tinggi dibanding capaian saat ini.
Khairul bahkan menilai hasil penilaian sebelumnya sebenarnya sudah layak membawa Tarakan naik tingkat.
"Mestinya sih kalau kami menilai sudah kemarin itu sudah di Paripurna, bisa Nindya," ujarnya.
Baca juga: Raperda Kota Layak Anak Disetujui, Pedoman Pemkot Tarakan Lindungi dari Kriminalisasi dan Kekerasan
Namun, hasil verifikasi nasional masih menetapkan Tarakan berada pada kategori Madya. Meski demikian, ia tetap optimistis hasil verifikasi berikutnya akan memberikan hasil yang lebih baik.
" Kita berharap mudah-mudahan verifikasi berikutnya bisa naik ke Nindya lah. Dan seterusnya nanti saya kira bisa ke yang paling level paling tinggi," katanya.
Bagi Khairul, penghargaan Kota Layak Anak bukanlah tujuan utama yang ingin dikejar pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan tersebut hanyalah instrumen apresiasi atas upaya pemerintah dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.
Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana perlindungan terhadap anak benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapan kita sebenarnya kan ya penghargaan ini kan hanya bagian instrumen untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Tapi menurut saya yang paling penting adalah memang fakta di lapangan memang upaya-upaya melakukan perlindungan terhadap anak-anak ini mulai dari sekolah, dari lingkungan, dari rumah," ujarnya.
Khairul menambahkan, keterlibatan seluruh pihak juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan Kota Layak Anak. Tak hanya pemerintah dan sekolah, dunia usaha juga diharapkan ikut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Disinggung mengenai kendala yang masih dihadapi dalam mewujudkan Kota Layak Anak, Khairul mengaku hingga kini belum menemukan hambatan yang berarti.
Ia menyebut sejumlah program pendukung sudah berjalan, termasuk penerapan Sekolah Ramah Anak serta penyediaan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan anak.
Meski demikian, menurut Khairul, tantangan terbesar justru terletak pada upaya memberikan edukasi kepada para orang tua agar mampu menjamin tumbuh kembang anak sekaligus memberikan perlindungan secara optimal.
Ia menilai pendekatan kepada keluarga harus dilakukan secara bertahap karena menyangkut perubahan pola asuh di setiap rumah tangga.
"Paling utama kan memberikan pendidikan kepada seluruh orang tua ini agar menjamin tumbuh kembang anaknya, memberikan perlindungan terhadap anak-anaknya. Kan itu harus disentuh satu-satu, kan? Nah, menyentuh satu-satu ini saya kira tentu perlu teknik, perlu cara dan waktu tersendiri," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah