Houthi Ancam Blokade Laut Arab Saudi, Trump Buka Sinyal AS Siap Terlibat: Kami akan Menanganinya
Tribun-video July 23, 2026 03:58 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM -Ancaman Houthi untuk memberlakukan blokade terhadap Arab Saudi di Laut Merah dapat secara signifikan memperluas perang Iran dan menambah beban militer Amerika Serikat (AS) yang sudah fokus pada penghentian serangan Teheran di seluruh wilayah. Pada Senin (20/7/2026), kelompok Houthi Yaman mengatakan, mereka tidak akan mengizinkan kapal untuk memuat atau membongkar muatan di pelabuhan Arab Saudi. Hal ini berpotensi memblokir ekspor minyak Arab Saudi dan mencekik tambahan 7 persen pasokan minyak global. Arab Saudi belum meminta bantuan militer dari Washington. Namun, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa langkah Houthi dapat menyeret AS ikut campur. "Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya. Kami pernah melakukan itu dengan Houthi sebelumnya," kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Selasa (22/7/2026).Situasi yang sulit bagi militer AS Bagi militer AS, mungkin tidak sesederhana itu. Kelompok Houthi telah mendapatkan reputasi tangguh dan gesit yang telah berhasil melawan kampanye pengeboman Saudi dan AS sebelumnya. Menghadapi mereka berarti membebani sumber daya AS yang sudah terkuras untuk memerangi Iran dan mempertahankan blokade di Selat Hormuz. "Anda membagi sumber daya Anda yang memang cukup kuat di wilayah tersebut antara dua front aktif," kata Jason Campbell, mantan pejabat senior Pentagon.Campbell, yang kini bekerja di Middle East Institute menambahkan, mengatasi ancaman Laut Merah dapat berarti memindahkan kapal perang AS dari Teluk lebih dekat ke Yaman untuk memungkinkan militer melakukan operasi melawan Houthi. Kemungkinan keterlibatan Houthi dalam konflik ini adalah contoh lain bagaimana perang terus berkembang, memperburuk masalah politik bagi presiden AS. Jika kapal dan pesawat Angkatan Laut AS harus mulai menembak jatuh drone dan rudal Houthi, hal itu juga dapat memperburuk persediaan amunisi dan pencegat pertahanan udara AS. Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar. (*)Artikel ini telah tayang dengan judul: Ancaman Houthi Meningkat, AS Berisiko Terjebak di Dua Medan Perang Sekaligushttps://www.kompas.com/global/read/2026/07/22/173000870/ancaman-houthi-meningkat-as-berisiko-terjebak-di-dua-medan-perangProgram: Tribunnews UpdateEditor Video: Ramadhan Aji PrakosoUploader: Radifan Setiawan