Warga Kali Code Belajar Mengerem, Menikung, hingga Mengantisipasi Bahaya di Pelatihan Safety Riding
Ikrob Didik Irawan July 23, 2026 04:04 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Riuh suara mesin motor bergantian memecah suasana di halaman Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).

Satu per satu peserta mengenakan helm, duduk di atas sepeda motor, lalu mendengarkan instruksi instruktur sebelum memasuki lintasan latihan.

Di balik cone-cone berwarna oranye yang tersusun rapi, mereka berlatih mengerem, berbelok, hingga menjaga keseimbangan kendaraan.

Sebanyak 50 warga mengikuti pelatihan safety riding yang digelar Astra Motor Yogyakarta bersama Yayasan Putik Indonesia Berkarya (YPIB).

Mengusung tema "Merdeka Aman Bersama", kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di masyarakat.

FOTO BERSAMA -  Sebanyak 50 warga mengikuti pelatihan safety riding yang digelar Astra Motor Yogyakarta bersama Yayasan Putik Indonesia Berkarya (YPIB).
FOTO BERSAMA - Sebanyak 50 warga mengikuti pelatihan safety riding yang digelar Astra Motor Yogyakarta bersama Yayasan Putik Indonesia Berkarya (YPIB). (Dok. Astra Motor Yogyakarta)

Pengalaman Pertama

Bagi sebagian peserta, ini merupakan pengalaman pertama mengikuti pelatihan berkendara secara resmi. Mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik berkendara yang benar.

Pelatihan dimulai di ruang kelas. Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta menjelaskan berbagai penyebab kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya, mulai dari kurangnya konsentrasi, posisi berkendara yang salah, hingga pentingnya memeriksa kondisi sepeda motor sebelum digunakan.

Suasana kelas berlangsung santai. Sesekali peserta mengajukan pertanyaan mengenai kebiasaan berkendara sehari-hari yang ternyata masih berpotensi membahayakan keselamatan.

Setelah memahami teori, peserta diajak mencoba Honda Riding Trainer (HRT).

Simulator ini menghadirkan berbagai kondisi jalan yang harus dihadapi pengendara, mulai dari kendaraan yang tiba-tiba memotong jalur hingga situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.

Melalui simulator tersebut, peserta belajar mengenali potensi bahaya tanpa harus menghadapi risiko secara langsung di jalan raya.

SIMULATOR - Peserta menjajal simulator untuk belajar mengenali potensi bahaya tanpa harus menghadapi risiko secara langsung di jalan raya.
SIMULATOR - Peserta menjajal simulator untuk belajar mengenali potensi bahaya tanpa harus menghadapi risiko secara langsung di jalan raya. (Dok. Astra Motor Yogyakarta)

Praktik Langsung

Materi kemudian berlanjut ke area praktik. Di lintasan, peserta bergantian menguji kemampuan mengerem, menikung, dan menjaga keseimbangan motor sesuai arahan instruktur.

Instruktur terus memberikan koreksi terhadap posisi duduk, arah pandangan, hingga teknik mengendalikan gas dan rem.

Hal-hal sederhana yang sering diabaikan justru menjadi penentu keselamatan saat berkendara.

Sekretaris Umum Yayasan Putik Indonesia Berkarya sekaligus psikolog, Dra. Istiyani Susriyati, M.M., mengatakan edukasi keselamatan berkendara menjadi kebutuhan masyarakat karena angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi.

Menurutnya, keselamatan di jalan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga menyangkut keluarga yang menunggu di rumah.

"Kami menghadirkan pelatihan safety riding ini sebagai salah satu upaya nyata untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya yang masih terus terjadi, khususnya di kalangan ibu-ibu, remaja, dan anak-anak," ujarnya.

EDUKASI - Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan Yayasan Putik Indonesia Berkarya (YPIB) menyelenggarakan program edukasi safety riding bagi masyarakat di kawasan bantaran Kali Code, Yogyakarta. (Tribun Jogja)

Komitmen Berkelanjutan

Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menegaskan edukasi keselamatan berkendara merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya berkendara yang aman.

Melalui pelatihan seperti ini, Astra Motor berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa keselamatan bukan hanya soal keterampilan mengendarai motor, tetapi juga kebiasaan yang harus dibangun setiap kali berada di jalan.

Di penghujung kegiatan, peserta meninggalkan lintasan dengan membawa pengalaman baru.

Mereka pulang bukan hanya setelah belajar mengendarai sepeda motor, tetapi juga memahami bahwa perjalanan yang aman selalu dimulai dari pengendara yang memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan dirinya dan orang lain. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.