Viral Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK, Korban Curhat Usai Dilempari Kue hingga Disiram Air
khairunnisa July 23, 2026 04:05 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral curhatan staf PPPK mengaku dianiaya oleh Ketua DPRD Bone.

Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga aniaya staf sekertariat berinisial YNS di kantin kantornya, pada Rabu (22/7/2026). 

Korban mengaku dilempar kue hingga disiram air di hadapan banyak orang.

YNS kemudian melaporkan dugaan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

Adapun, YNS diketahui merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Kronologi penganiayaan ini disebutkan berawal saat dia diminta untuk membeli kue untuk kebutuhan jamuan tamu yang datang ke DPRD Bone pada hari Rabu.

Setelah seorang tamu meninggalkan kantor, dia kembali mendapatkan permintaan untuk menyiapkan hidangan karena masih ada tamu lain yang akan berkunjung. 

YNS kemudian menuju ruang penerima tamu atau lounge untuk memastikan ketersediaan kue yang sudah disiapkan.

"Saya bertanya, mana lagi kuenya. Saya hanya memastikan karena itu memang disediakan untuk tamu. Kalau tamu datang tidak ada kue, nanti saya juga yang dimarahi," kata YNS, dilansir dari Kompas.com.

Setelah menanyakan kue kepada petugas yang berjaga, YNS kemudian kembali ke ruangan. Tak lama setelah itu, dia menerima telepon yang memintanya untuk datang ke kantin karena dipanggil oleh Ketua DPRD Bone Andi Tenri.

Pemanggilan tersebut diduga terjadi setelah seseorang di lounge melapor bahwa korban melarang orang lain untuk memakan kue. Saat tiba di kantin, YNS menyebut dirinya belum sempat menjelaskan persoalan yang terjadi.

"Baru saya duduk sebentar, saya belum sempat bicara satu kata pun, kue langsung dihamburkan ke muka saya," jelasnya.

YNS yang dilempar kue mengaku merasa terkejut karena dia belum mengetahui kesalahan yang dituduhkan kepadanya. 

Setelah itu, dia kembali mendapat penganiayaan berupa disiram air mineral dari botol dan setelahnya, sisa air dalam wadah itu disiramkan ke wajahnya.

"Setelah habis airnya, botolnya langsung dilempar ke arah saya," ungkap YNS.

Selain botol air mineral, YNS mengaku bahwa dia juga sempat menjadi sasaran lemparan sebuah botol sambal. Beruntungnya, lemparan itu tidak berhasil mengenai tubuhnya lantaran dirinya sudah bergerak menjauh.

"Saya sudah agak jauh, jadi botolnya jatuh di bawah. Tapi menurut saya, tidak pantas diperlakukan seperti itu sebelum saya diberi tahu apa kesalahan saya," tuturnya.

Baca juga: Tanggapi Isu LGBT, Ketua DPRD Ajak Masyarakat Jaga Citra Kabupaten Bogor dari Penyimpangan

Dalam kronologi Ketua DPRD Bone aniaya staf ini, YNS mengatakan bahwa Andi Tenri melakukan hal itu saat kondisi kantin DPRD dalam keadaan ramai. 

Menurutnya, terdapat sejumlah orang di lokasi ketika dugaan penganiayaan tersebut terjadi.

Meski begitu, dia mengaku tidak melihat ada orang yang mencoba untuk menghentikan tindakan Andi Tenri kepadanya. 

Setelah kejadian itu, korban mengaku menangis dan membersihkan sisa kue yang masih menempel di wajahnya itu dengan menggunakan tisu.

Sementara itu, YNS diketahui telah menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan atas laporannya di Polres Bone. Staf PPPK satu ini kemudian menjelaskan alasannya membuat laporan dugaan penyaniayaan tersebut.

Menurut YNS, dia membuat laporan itu karena merasa mendapatkan perlakukan yang tidak semestinya. Menurutnya, persoalan yang terjadi seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi tanpa adanya tindakan fisik.

"Kalau memang saya salah, ajak saya bicara baik-baik. Jelaskan apa kesalahan saya. Jangan langsung diperlakukan seperti itu," beber YNS.

Berikutnya, untuk Ketua DPRD Bone Andi Tenri sendiri, diketahui masih belum memberikan tanggapan mengenai substansi laporan tersebut. 

Melansir dari Tribun-Timur.com, sang pejabat hanya meminta agar konfirmasi dilakukan kepada pihak lain.

"Konfirmasi maki sama Anty k' janganmi sama saya," ujar Andi Tenri. 

Sumber: Grid.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.