TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap sosok pemimpin aliran sesat bernama Islam 4 S (silaturahmi, Sedekah, Salat, dan Sabar) di Kabupaten Indramayu. Meski memimpin pengikutnya, namun ia justru belum lancar membaca Al-Quran.
Aliran Islam 4S berhasil terbongkar warga.
Mereka tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Mulai dari Kecamatan Kroya, Sukra, Anjatan, Kandanghaur, Bongas, Gabus Wetan, dan sekitarnya.
Aliran tersebut disebarkan oleh sosok wanita berinisial D.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal mengatakan bahwa D tidak terlalu memahami ajaran agama Islam.
Bahkan menurutnya, D juga belum lancar membaca Al Quran.
"Informasinya membaca Al-Qur'an saja masih terbata-bata, belum benar, sehingga menurut penilaian saya tidak usah dilanjutkan, langsung ditaubatkan saja," katanya.
Walau demikian, ia justru menyebar ajaran lain.
Menurut dia, penyebarannya dimulai saat adanya warga yang sakit-sakitan diajak berobat ke tempat wanita berinisial D, tetapi bukannya diberikan perawatan medis malah dilarang pergi ke dokter.
"Dugaan penyebarannya berkedok pengobatan alternatif untuk mencari pengikut, dan ajarannya orang sakit tidak boleh (berobat) ke dokter, cukup bersilaturahmi dan bersedekah," kata Ahmad Syaerozi Bilal
Berdasarkan pengakuan sejumlah kalangan yang pernah menjadi pengikutnya juga menyebut aliran itu turut mengabaikan perintah salat lima waktu dalam sehari semalam.
Ia mengatakan, pola semacam itu membuat aliran tersebut menyebar hingga membentuk kelompok-kelompok kecil yang secara aktif mengajak kenalannya untuk ikut bergabung.
"Informasi terbarunya aliran ini sudah meluas ke beberapa kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya," katanya.
Tokoh Pemuda Kecamatan Kroya, Jamal Wibisono, mengatakan bahwa mereka menganggap Nabi Muhammad SAW setara dengan seorang presiden.
"Kedudukan Nabi Muhammad Saw yang dianggap sosok manusia biasa yang memiliki jabatan setara presiden," katanya.
Baca juga: Aliran Sesat Islam 4S di Indramayu Dibongkar Warga, Pengikutnya Dilarang ke Dokter Jika Sakit
Jamal Wibisono, mengatakan, sosok wanita berinisal D secara aktif menyebarkan aliran Islam 4S (Silaturahmi, Sedekah, Salat, dan Sabar) kira-kira sejak empat tahun lalu.
Menurut dia, penyebaran aliran tersebut dimulai dari wilayah Kecamatan Kroya, Bongas, Gabus Wetan, dan sekitarnya, kemudian kini meluas hingga Kecamatan Sukra, Anjatan, serta Kandanghaur.
"Dari informasinya penyebaran aliran Islam 4S ini sudah berlangsung selama kira-kira empat tahunan, tepat saat D baru pindah ke sini," ujar Jamal
Ketua MUI Kecamatan Kroya, Suyatno, menyampaikan, hasil klarifikasi terhadap aliran Islam 4S tersebut akan dikaji secara mendalam, kemudian disampaikan kepada MUI Kabupaten Indramayu.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indramayu, khususnya di Kecamatan Kroya, tidak mudah menghakimi, mencela, dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Suyatno pun turut meminta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menyelesaikan persoalan keagamaan melalui dialog hingga mekanisme yang berlaku.
"Semangat untuk belajar agama merupakan kewajiban semua kalangan, tetapi proses belajarnya harus melalui bimbingan guru yang memiliki kapasitas keilmuan yang memadai," ujar Suyatno
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t