‘Kejatuhan yang hebat adalah kegembiraan bagi yang biasa-biasa saja’ - Lisandro Martinez kirim pesan emosional untuk fans Argentina usai kekalahan di final Piala Dunia
Dewi Rahayu July 23, 2026 04:56 PM

Bek Argentina, Lisandro Martinez, akhirnya angkat bicara setelah kekalahan menyakitkan yang dialami Albiceleste di final Piala Dunia melawan Spanyol, dengan menyampaikan pesan penuh semangat dan keteguhan. Bek tengah Manchester United tersebut menggunakan media sosial untuk mengenang malam dramatis di New Jersey, di mana tim asuhan Lionel Scaloni gagal mempertahankan gelar juara dunia mereka.


Pesan kebanggaan dan sportivitas


Dalam unggahan panjangnya, Martinez menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh delegasi Argentina, memastikan bahwa tidak ada satu pun kontribusi yang terlupakan meskipun hasilnya mengecewakan. Ia menulis: “Dengan hati yang berat karena tidak bisa membawa pulang trofi yang kita semua layak dapatkan, namun dengan kebanggaan yang meluap-luap untuk seragam ini, untuk rekan satu tim saya, staf pelatih, para pengurus, tim medis, para juru masak, petugas perlengkapan, dan setiap orang yang terlibat untuk membuat semuanya berjalan sebaik mungkin.”


Martinez mengikuti jejak kapten Lionel Messi dengan mengakui kualitas lawan mereka. Ia juga memberikan pujian kepada La Roja atas performa mereka sepanjang turnamen. “Dan, yang terpenting, untuk kalian semua yang membanjiri kami dengan cinta, kekuatan, semangat yang begitu menggambarkan jati diri kami, serta persatuan bangsa yang saya harap akan terus bertahan seiring waktu. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar mereka yang pantas diraih. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar mereka yang pantas diraih,” tambah Martinez.


Menanggapi kritik dengan peringatan tegas


Bagian paling mencolok dari pesan Martinez adalah pernyataannya yang ditujukan kepada mereka yang mungkin merasa senang atas kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara. Setelah memenangkan Piala Dunia 2022 di antara dua gelar Copa America, skuad ini menghadapi banyak kritik. Martinez menanggapi hal tersebut secara langsung dengan kutipan yang penuh makna dan kekuatan.


“Kepada rakyat kami, saya ingin mengatakan bahwa hasil tidak menentukan perjalanan yang telah kami tempuh. Kami menghadapi berbagai kesulitan, kami membuat hal yang mustahil menjadi mungkin, dan kami tidak pernah mencari alasan, hanya alasan untuk terus maju,” ujar Martinez.


“Kami membela warna kami jauh melampaui lapangan dan berbagi momen tak terlupakan bersama Tim Nasional, bersama keluarga kami, dan dengan dukungan tanpa henti dari seluruh rakyat Argentina. Akan selalu menjadi kebanggaan besar untuk mewakili kalian. Ingatlah bahwa ‘kejatuhan yang hebat adalah kegembiraan bagi yang biasa-biasa saja.’ Terima kasih banyak untuk semuanya. Mari kita jaga negara kita. Aku mencintaimu, Argentina!”


Refleksi atas malam menyakitkan di New Jersey


Final Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai malam penuh drama yang berujung pada kesedihan mendalam bagi Argentina. Gol tunggal di perpanjangan waktu dari Ferran Torres cukup untuk membawa Spanyol menang 1-0, mengakhiri harapan Albiceleste meraih gelar dunia berturut-turut. Pertandingan tersebut diwarnai ketegangan, termasuk kartu merah untuk Enzo Fernandez dan keributan fisik setelah pertandingan yang melibatkan Leandro Paredes dan Gavi.


Sayangnya, Martinez tidak dapat menyelesaikan pertandingan hingga akhir. Pemain berusia 28 tahun itu terpaksa ditarik keluar karena cedera pada menit ke-44 dan digantikan oleh pemain veteran, Nicolas Otamendi.


Figur penting dalam tim


Statistik Martinez selama turnamen menunjukkan betapa pentingnya peran dia dalam skuat Argentina. Ia menjadi starter dalam tujuh dari delapan pertandingan Argentina selama kompetisi, dengan satu-satunya absen terjadi saat ia diistirahatkan pada laga terakhir fase grup melawan Yordania. Ia mencatatkan satu gol dan satu assist dalam kemenangan atas Tanjung Verde pada babak 32 besar yang harus diselesaikan lewat perpanjangan waktu. Cedera di babak pertama final menjadi pukulan besar bagi rencana taktis Scaloni, karena kemampuan umpan dan pertahanannya yang agresif merupakan bagian penting dari cara tim membangun permainan dari lini belakang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.