Festival Sagu Singkel 2026 Angkat Kuliner Warisan Leluhur Aceh Singkil
Muliadi Gani July 23, 2026 04:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH SINGKIL - Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil kembali menyegarkan ingatan publik akan kekayaan ragam kuliner tradisional mereka.

Leluhur Singkil diketahui telah memewariskan aneka olahan makanan dan minuman berbahan dasar sagu secara turun-temurun, mulai dari cello sagu, gedah sagu, lompong sagu, hingga minuman khas yang sangat tersohor, godekh sagu.

Untuk menjaga agar warisan berharga tersebut tidak punah tergerus zaman, kaum ibu di Aceh Singkil secara kompak mengolah hidangan serba sagu dalam ajang Festival Sagu Singkel 2026.

Kegiatan ini dipusatkan di Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pada Rabu (22/7/2026).

Menariknya, seluruh sajian penganan dan minuman yang telah diracik rapi dijajakan secara gratis kepada masyarakat umum yang memadati lokasi acara.

Begitu panitia membuka sesi pencicipan, ratusan pengunjung langsung menyerbu deretan stan kuliner untuk menikmati hidangan tradisional dari makanan pembuka, makanan utama, hingga makanan penutup tersebut.

Baca juga: Nagan Raya Raih Sertifikat HKI Batu Giok dan Empat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum

Momen meriah ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi, yang secara resmi membuka festival.

Bersama sang istri, Bupati Safriadi menyempatkan diri mencicipi seluruh varian hidangan khas leluhur Singkil tersebut di tengah riuhnya suasana.

"Sagu ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang perjalanan masyarakat Aceh Singkil.

Rasanya sangat taboh (enak)," puji Safriadi dengan hangat sambil menyuapi sang istri di hadapan para warga.

Penerima Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, Wanhar Lingga, menyampaikan bahwa pergelaran ini memiliki visi besar jangka panjang.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kuliner berbasis sagu ini juga terus diusulkan agar mendapat pengakuan resmi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Di samping itu, pemanfaatan sagu dinilai menjadi strategi krusial dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan di wilayah Aceh Singkil.

"Festival Sagu Singkel 2026 ini mengusung misi dari tradisi kuliner lokal menuju Warisan Budaya Tak Benda sekaligus sebagai upaya nyata penguatan ketahanan pangan di Aceh Singkil," papar Wanhar.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur Lanjut ke Proses Hukum, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Wanhar juga menjelaskan alasan penggunaan ejaan 'Singkel' dalam tajuk festival tersebut. 

Menurutnya, hal itu merupakan pendekatan budaya yang berakar dari sejarah masa lalu di mana daerah tersebut lebih populer di dunia dengan sebutan Singkel.

"Alasan dinamakan festival 'Singkel' karena menggunakan sentuhan kebudayaan dan nilai sejarah, sedangkan 'Singkil' digunakan untuk kebutuhan administrasi pemerintahan," jelasnya.

Selain pasar kuliner gratis, perhelatan Festival Sagu Singkel 2026 juga diwarnai dengan aksi penanaman bibit pohon sagu bersama serta edukasi langsung melihat proses pengolahan batang sagu secara tradisional hingga menjadi tepung siap olah.

(Serambines.com/Dede Rosadi)

Baca juga: Polda Aceh Tangkap Lima Terduga Pelaku Pungli di Wisata Lamreh Aceh Besar, Satu Positif Sabu

Baca juga: Nelayan Aceh Singkil Ditemukan Selamat Usai Perahu Karam Dihantam Badai di Pulau Birahan

Baca juga: Tiga Perambah Hutan di Suaka Margasatwa Rawa Singkil Ditangkap Polisi

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.