Mobil Brimob Tertemper KA Bandara di Sedayu Bantul, Diduga Palang Pintu Otomatis Belum Beroperasi
Muhammad Fatoni July 23, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Unggahan video yang memperlihatkan satu unit mobil milik Brimob rusak usai tertemper Kereta Api (KA) beredar di media sosial.

Dalam narasi unggahan itu disebutkan peristiwa itu terjadi saat mobil Brimob melintasi jalur kereta di Padukuhan Tapen, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (23/7/2026) pagi.

Video berdurasi 25 detik itu diunggah oleh pengguna sosial media di Instagram @sudut_yogyakarta.

Dalam tayangan video itu memperlihatkan kondisi lokasi kejadian perkara dan kendaraan mobil dalam keadaan sudah rusak.

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan kendaraan yang terlibat kecelakaan itu merupakan mobil Isuzu milik Brimob Sentolo.

Mobil tersebut tertemper KA Bandara di perlintasan sebidang RT 15, Dusun Tapen, Kalurahan Argosari pada Kamis (23/7/2026) pagi. 

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB ketika mobil Isuzu Brimob berpelat nomor 17416-XX IV yang dikemudikan oleh Bripka Yudi Saputro (39) bersama penumpangnya, Bripda Tommy Priambada (31), melaju dari arah selatan," paparnya kepada awak media.

Kronologi

Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mobil diduga kurang memperhatikan situasi rel.

Sehingga tidak menyadari adanya KA Bandara yang dikemudikan masinis Asrul tengah melintas dari arah utara.

Dikarenakan jarak yang sudah dekat, KA Bandara kemudian menyerempet bagian kap depan mobil tersebut.

Akibatnya, bagian depan kendaraan dinas mengalami kerusakan.

Sedangkan pengemudi maupun penumpang di dalam mobil berada dalam kondisi selamat. 

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Baik pengemudi Bripka Yudi maupun penumpangnya Bripda Tommy berada dalam kondisi sehat walafiat tanpa luka," beber Rita.

Baca juga: Dugaan Intimidasi Penarikan Mobil di Kasihan Bantul, Polisi Lakukan Penyelidikan

Palang Pintu Otomatis

Lebih lanjut, Rita menyampaikan bahwa kondisi perlintasan kereta api di Dusun Tapen itu sejatinya belum dilengkapi dengan sistem palang pintu otomatis dan belum memiliki petugas penjaga.

Meski bangunan pos perlintasan sudah berdiri di lokasi, fasilitas pengamanan tersebut baru dijadwalkan beroperasi secara resmi pada bulan depan.

"Maka, diduga kecelakaan terjadi karena sistem palang pintu otomatis di perlintasan belum beroperasi sehingga pengamanan perlintasan belum berfungsi secara optimal," terang Rita.

Selain faktor belum beroperasinya palang pintu otomatis, pihak kepolisian menilai kurangnya kewaspadaan pengemudi saat hendak melintasi rel menjadi penyebab utama insiden ini. 

Kendaraan yang mengalami kerusakan ringan pada kap depan tersebut kini telah dievakuasi dari lokasi kejadian menuju bengkel terdekat guna perbaikan.

"Akibat kejadian tersebut, kendaraan mobil Isuzu Brimob mengalami kerusakan ringan dan saat ini telah dibawa ke bengkel milik Bapak Sulis di kawasan Moyudan, Sleman, untuk penanganan lebih lanjut," tutur Rita.

Pascakejadian, jajaran kepolisian dari Polsek Sedayu bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara.

Petugas melakukan pendataan saksi-saksi di lapangan, termasuk meminta keterangan dari warga sekitar serta petugas Keamanan KA Yogyakarta, Rian Ardika Putra (32).

"Petugas telah mencatat saksi-saksi, mendata kronologi kejadian, dan melaporkan perkembangannya kepada pimpinan," pungkas Iptu Rita. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.