BPBD Sangihe Lakukan Kaji Cepat Dampak Banjir dan Longsor, Pemkab Gelar Rapat Penanganan Darurat
Dewangga Ardhiananta July 23, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Tim BPBD diterjunkan ke Kecamatan Tamako dan Kecamatan Tabukan Selatan untuk melakukan kaji cepat (rapid assessment) guna mengetahui secara pasti dampak bencana yang terjadi di lapangan.

Kegiatan tersebut meliputi pendataan rumah warga terdampak, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur, serta identifikasi kebutuhan mendesak masyarakat yang menjadi korban bencana.

Langkah ini dilakukan sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas penanganan darurat dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Di tengah proses pendataan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe juga menggelar rapat percepatan penanganan darurat bencana di Kecamatan Tamako.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Johanis Pilat, bersama Kepala Pelaksana BPBD Wandu Labesi dan dihadiri sejumlah instansi terkait.

Pertemuan tersebut membahas strategi penanganan bencana, penguatan koordinasi antarinstansi, serta langkah-langkah percepatan penanganan di lokasi terdampak banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan kaji cepat merupakan tahapan penting dalam penanganan kebencanaan karena menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.

"Kaji cepat ini kami lakukan untuk memperoleh data awal yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi acuan dalam menetapkan langkah penanganan darurat, penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan," kata Labesi, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, BPBD tidak bekerja sendiri.

Seluruh proses penanganan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait lainnya agar respons terhadap bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Selain fokus pada penanganan darurat, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, maupun kawasan perbukitan dan lereng diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca serta segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda potensi bencana.

"Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD apabila terjadi kondisi yang membahayakan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," ujarnya.

Pemkab Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Tim BPBD masih melakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani dan disalurkan secara tepat sasaran.

(TribunManado.co.id/Edu)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.