TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Lampung, jenazah dokter muda asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Zulfikar Drakel (25) akhirnya tiba di kampung halamannya, Kamis (23/7/2026).
Almarhum tiba di Bandara H Asan Sampit sekitar pukul 14.10 WIB dan langsung dibawa menuju rumah duka di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, sejenak sebelum dimakamkan.
Suasana duka semakin terasa saat iring-iringan jenazah tiba di Tempat Pemakaman Muslimin di Jalan Manggis, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim.
Sekitar pukul 15.20 WIB, prosesi pemakaman dimulai. Tiga puluh menit kemudian, tepat sekitar pukul 15.50 WIB, jenazah Muhammad Zulfikar Drake mulai dikebumikan.
Tangis keluarga pun pecah mengiringi prosesi pemakaman. Ibu almarhum bersama kakak-kakaknya tak kuasa menahan kesedihan.
Mereka tampak menangis sambil memeluk erat foto Muhammad Zulfikar Drake untuk terakhir kalinya.
Di sekitar liang lahat, puluhan kerabat, sahabat, rekan sejawat hingga warga yang mengenal almarhum ikut mengiringi kepergian dokter muda tersebut. Diperkirakan lebih dari 100 orang hadir memberikan penghormatan terakhir.
Suasana hening sesekali berubah menjadi isak tangis ketika jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat.
Sejumlah sahabat terlihat saling menguatkan satu sama lain, sementara keluarga terus memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sehari sebelumnya, kakak kandung almarhum, Marliana Drake, sempat mengungkapkan kesedihannya melalui unggahan di media sosial Instagram.
"Kakak ikhlas, tapi kakak rindu," tulis Marliana, menggambarkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sang adik.
Muhammad Zulfikar Drake merupakan dokter muda asal Kotim yang sedang menjalani program internship di RS Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Baca juga: Ini Isi Curahan Hati Pilu Kakak Dokter Muda Asal Kotim Meninggal Misterius di Lampung Bikin Haru
Baca juga: Karhutla di Kotim, Diduga Disengaja Kebakaran Lahan Dekat Perumahan di Baamang Barat
Ia ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah penginapan di Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7/2026) malam.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Polisi menyatakan belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.