TRIBUN-TIMUR.COM, SELAYAR - Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan memfasilitasi pemulangan empat korban KLM Nurul Salsa ke kampung halaman, Pulau Jampea, Kamis (23/7/2026).
Pulau Jampea berada di wilayah Kecamatan Pasimasunggu dan Kecamatan Pasimasunggu Timur di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mereka yakni Nurmiyati (46), Jasmal (24), Bau Aseng (23), dan dan Diskayanti (8).
Nurmiyati dan Jasmal warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Pasimasunggu.
Sementara Bau Aseng dan Diskayanti warga Dusun Marege, Desa Ma’munasa, Pasimasunggu.
Keempatnya dipulangkan setelah diizinkan tim medis RSUD KH. Hayyung Selayar..
Sebelum dipulangkan, AKBP Didid Imawan menerima langsung keluarga keempat korban di ruang kerjanya, di Mapolres Kepulauan Selayar, Rabu (22/7/2026) malam.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan dan teknis pemulangan agar seluruh proses berjalan aman, lancar, serta memberikan rasa nyaman kepada para korban dan keluarganya.
Kamis (23/3/2026) pagi, keempat korban bersama enam orang anggota keluarga berkumpul di Mapolres Kepulauan Selayar untuk pengecekan akhir sebelum diberangkatkan.
Pada kesempatan tersebut, Polres Kepulauan Selayar juga menyerahkan bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok dan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.
Selanjutnya, rombongan mendapat pengawalan dari personil Satlantas dan Sat Samapta Polres Kepulauan Selayar menuju Pelabuhan Benteng.
Kapolres menginstruksikan dua personil Sat Samapta untuk mendampingi sekaligus mengawal perjalanan para korban hingga tiba di Pelabuhan Benteng Jampea, Kecamatan Pasimasunggu.
Rombongan berjumlah 12 orang.
Mereka berangkat dari Pelabuhan Benteng menuju Pelabuhan Benteng Jampea menggunakan Kapal Perintis KM Sultan Hasanuddin.
Pelabuhan Benteng terletak di pusat Kabupaten Kepulauan Selayar (Pulau Selayar), sedangkan Pelabuhan Benteng Jampea di Pulau Jampea (Kecamatan Pasimasunggu), yang berada di pulau terpisah sebelah selatan Pulau Selayar.
Pelepasan di Pelabuhan Benteng
Proses pelepasan di Pelabuhan Benteng turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Selayar, pihak UPP Kelas III Selayar, serta personel yang terlibat dalam pengamanan dan pengawalan.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan, pendampingan hingga pemulangan korban merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang mengalami musibah.
“Alhamdulillah keempat korban telah dinyatakan sehat oleh tim medis dan diizinkan pulang," kata Didid, dalam keterangan resminya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (23/7/2026) sore.
"Kami ingin memastikan mereka dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman dan berkumpul kembali bersama keluarga," imbuhnya.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya memfasilitasi proses pemulangan, menugaskan personil untuk mendampingi selama perjalanan, sekaligus memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan santunan sebagai bentuk kepedulian Polres Kepulauan Selayar.
"Semoga bantuan itu dapat meringankan beban mereka dan membantu memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan," tambahnya.
Didid Imawan juga berharap kondisi para korban terus membaik setelah kembali ke lingkungan keluarga.
Ia berharap korban segera pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Didid juga terus mendoakan agar seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar.
Sebelumnya, selama menjalani perawatan di RSUD KH. Hayyung, Kapolres bersama jajaran juga beberapa kali mengunjungi para korban memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Polres Kepulauan Selayar turut melibatkan personil Polwan bersama Bhayangkari dalam memberikan trauma healing, khususnya kepada korban anak, guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.
Pemulangan keempat korban ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan pasca musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi.
Update Korban
KLM Nurul Salsa tenggelam saat berlayar dari Pulau Jampea, Kecamatan Passimasunggu menuju Pelabuhan Rauf Rahman, Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (15/7/2026).
KLM Nurul Salsa berlayar dari Pelabuhan Jampea sekitar pukul 06.00 Wita.
Lima jam perjalanan, mesin KLM Nurul Salsa rusak. Rabu siang, mesin kapal mati total.
Jelang malam, kapal perlahan tenggelam di sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Selayar.
Kapal membawa 78 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Hingga hari ke-9 tenggelamnya KLM Nurul Salsa, sebanyak 59 penumpang selamat.
Sementara itu, satu meninggal dunia di hari tenggelamnya kapal.
Ada dua jenazah diduga penumpang kapal yang ditemukan di perairan Kabupaten Pangkep, diidentifikasi di Posko DVI Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Terbaru, satu jenazah ditemukan nelayan asal Pulau Mataalang, Kamis (23/7/2026) siang.
Adapun 15 lainnya masih dicari (jika satu jenazah di perairan Pulau Mataalang teridentifikasi penumpang KLM Nurul Salsa). (*)