PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat komunikasi publik menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI dengan menggelar media gathering bersama insan pers di Pondok Pesantren Arroyan, Semabung Lama, Pangkalpinang, Rabu (22/7).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muswil VI LDII Bangka Belitung sekaligus ajang silaturahmi dengan media untuk menyampaikan arah kebijakan organisasi, visi, serta program prioritas yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.
Ketua DPW LDII Bangka Belitung, Ari Sriyanto, mengatakan Muswil VI merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi sekaligus menyusun langkah pengembangan LDII di Bangka Belitung. "Muswil tahun ini mengusung tema Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya. Tema ini menjadi arah bagi seluruh program yang akan dijalankan ke depan," kata Ari.
Ia menjelaskan, LDII saat ini memfokuskan pengabdiannya melalui delapan klaster program, meliputi kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Menurutnya, delapan bidang tersebut merupakan bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ari menambahkan, Muswil VI LDII Babel diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas pengurus LDII dari enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta para mubalig.
"Seluruh pengurus dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur hingga Kota Pangkalpinang hadir untuk menyukseskan Muswil yang digelar di Grand Safran Hotel Pangkalpinang," ujarnya.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada dakwah, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui delapan program pengabdian untuk bangsa.
Menurut Dody, penguatan wawasan kebangsaan menjadi prioritas utama dengan menanamkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika. "Komitmen kebangsaan menjadi pondasi utama. Kami ingin warga LDII menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa LDII terus mengembangkan dakwah yang bersifat inklusif dengan memberikan ruang pembinaan bagi kelompok penyandang disabilitas. Salah satunya melalui Pengajian Generus Tuli yang diperuntukkan bagi penyandang tuna rungu, serta pembinaan keagamaan bagi penyandang kusta agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mempelajari ajaran Islam.
"Mereka memiliki hak yang sama untuk memahami ajaran agama. Kami ingin memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembinaan keagamaan," katanya.
Selain itu, LDII menaruh perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter yang berkelanjutan. Menurut Dody, organisasi berupaya mencetak generasi yang profesional, religius, berintegritas, memiliki semangat nasionalisme, sekaligus peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. (t2)