TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui pelatihan bagi sanitarian dari seluruh fasilitas kesehatan di daerah itu. Peningkatan kapasitas petugas difokuskan untuk memperketat pengawasan terhadap makanan siap saji, termasuk di dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, mengatakan pelatihan tersebut diikuti sanitarian dari seluruh puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Peningkatan kompetensi menjadi bekal utama bagi petugas sebelum menjalankan pengawasan keamanan pangan di lapangan.
Dengan kemampuan yang semakin baik, sanitarian diharapkan mampu melakukan pembinaan sekaligus pemeriksaan terhadap penyelenggara pangan di wilayah masing-masing. "Kita harapkan dengan pelatihan ini kompetensi sanitarian yang ada di Puskesmas seluruh Kabupaten Bangka Selatan bisa meningkat," kata Agus Pranawa, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, setelah pelatihan selesai para sanitarian akan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap berbagai jenis makanan yang dijual masyarakat. Sasaran pengawasan meliputi pedagang makanan, pelaku usaha kuliner, hingga dapur penyelenggara MBG yang kini semakin banyak beroperasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pengawasan yang lebih intensif agar seluruh makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan. "Sekarang kan banyak sekali makanan yang dijual, baik dari pedagang, pengusaha makanan, dan sekarang juga MBG yang perlu lebih kita intensifkan pengawasannya," jelas Agus Pranawa.
Menurutnya, bertambahnya jumlah dapur MBG menjadi tantangan tersendiri karena setiap dapur memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari. Oleh sebab itu, pengawasan harus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi kesalahan dalam pengolahan maupun penyajian makanan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan agar tidak muncul kasus yang merugikan masyarakat. "Kita mencegah jangan sampai nanti ada keracunan makanan yang terkait dengan MBG," tegasnya.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, para sanitarian akan mulai melakukan pengawasan terhadap dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Bangka Selatan. "Mereka akan melakukan pengawasan dan juga pengecekan makanannya aman atau tidak," pungkas Agus Pranawa. (u1)