BANGKAPOS.COM, BANGKA – Suasana duka masih menyelimuti Dusun Sungai Gusung, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung setelah RS (14) meninggal dunia akibat penikaman yang terjadi pada Rabu (22/7/2026).
Kepergian remaja tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa korban.
Ketua RT 02 RW 05 Sungai Gusung, Desa Rias, Idrus (42) mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian sehingga tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Baca juga: Pergi Belanja, Bocah 14 Tahun di Bangka Selatan Pulang Bersimbah Darah, Nyawanya Tak Tertolong
Ia mengaku mengetahui kronologi awal berdasarkan informasi yang disampaikan warga di sekitar tempat kejadian.
Menurut cerita yang diterimanya, korban baru pulang berbelanja di warung yang berada di depan rumah terduga pelaku sebelum insiden itu terjadi.
“Kalau secara jelas saya kurang paham karena waktu kejadian saya tidak ada di tempat. Itu yang saya ketahui berdasarkan cerita warga,” kata dia kepada Bangkapos.com di Polres Bangka Selatan, Kamis (23/7/2026).
Idrus menegaskan selama ini tidak pernah mendengar adanya perselisihan antara korban dengan terduga pelaku berinisial KL (46), meski rumah keduanya berdampingan di Dusun Sungai Gusung.
Menurutnya, hubungan kedua keluarga berjalan seperti biasa tanpa adanya konflik yang diketahui warga sekitar.
Karena itu, ia mengaku terkejut ketika mengetahui peristiwa penikaman yang menewaskan korban.
Baca juga: Satu Sekolah di Bangka Barat Diklarifikasi Jaksa Terkait Dugaan Penyelewengan Dana BOS
Apalagi korban dikenal sebagai anak yang ramah, mudah bergaul, dan sering membantu orang tuanya.
Korban juga disebut tidak pernah membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya sehingga cukup dikenal warga sekitar.
Bahkan, di usianya yang masih 14 tahun, korban telah membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Anaknya supel dan lugu. Disuruh ke mana saja mau, sekarang dia juga menjadi tulang punggung keluarga karena bapaknya sedang sakit keras,” beber Idrus.
Idrus menuturkan sebelum kejadian, korban baru pulang bekerja bersama ibunya.
Tidak lama setelah tiba di rumah, korban kembali keluar untuk berbelanja di warung yang berada di depan rumah terduga pelaku.
Beberapa saat kemudian, korban diketahui mengalami penikaman dan langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, Idrus mengatakan terduga pelaku merupakan warga yang relatif baru tinggal di lingkungan tersebut.
Menurutnya, pelaku dikenal jarang berinteraksi dengan warga dan lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah.
Meski demikian, ia memastikan tidak pernah mengetahui adanya cekcok ataupun perselisihan antara pelaku dengan korban sebelumnya.
“Pelaku memang jarang berinteraksi dengan warga dan lebih banyak diam di rumah. Saya pastikan tidak pernah ada cekcok dengan korban,” tegasnya.
Baca juga: Buntut Dugaan Penyelewengan Dana BOS, Kepsek Sampai Bendahara SMA se-Babar Disosialisasi Antikorupsi
Terkait motif, Idrus mengaku mendengar berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk dugaan pelaku merasa terganggu dengan aktivitas anak-anak yang sering berkumpul di sekitar rumahnya pada malam hari.
Namun, ia menegaskan informasi tersebut hanya sebatas dugaan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Idrus menyerahkan sepenuhnya pengungkapan motif kepada aparat kepolisian yang sedang melakukan penyidikan.
“Biasanya memang banyak anak-anak bermain gim FF di sekitar rumah pelaku sampai pukul 23.00 WIB. Mungkin pelaku terganggu,” pungkas Idrus.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)