TRIBUNWOW.COM - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), untuk membahas perkembangan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya diundang mengikuti rapat tersebut, meski belum mengetahui secara rinci agenda yang akan dibahas.
"Koperasi Desa Merah Putih, sepertinya itu. Tapi saya belum tahu betul, saya bawa bahan aja yang banyak," kata Purbaya.
Baca juga: KDM Gelar Sayembara Rp50 Juta bagi Warga Jabar yang Berhasil Tangkap Begal Hidup-hidup
Sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat antara lain:
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko
Kepala Badan Percepatan Investasi Strategis Aris Marsudiyanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Para menteri memasuki kompleks Istana melalui pintu pilar di Jalan Veteran, Jakarta, sebelum rapat dimulai.
Purbaya mengaku belum mengetahui materi rapat secara rinci. Ia juga memilih tidak memberikan tanggapan terkait polemik pengadaan kipas angin dalam Program Koperasi Desa Merah Putih.
"Koperasi kan tanggung jawabnya si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja. Manajemen dan segala macam di sana," ujarnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pembahasan dalam rapat tidak hanya terkait perkembangan Program Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga mencakup perkembangan ekonomi nasional dan program hilirisasi.
"Termasuk di dalamnya adalah mengenai koperasi dan perkembangan ekonomi serta hilirisasi," kata Bahlil. (*)