BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarmasin menegaskan, sikap organisasi terkait dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pihaknya memilih tetap sami'na wa ata'na (mendengar dan taat) terhadap arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua PCNU Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff, Kamis (23/7/2026).
"Kami masih menunggu arahan dari pengurus wilayah, sebelum nantinya menentukan ikhtiar sendiri," kata Habib Ali.
Ia tidak menampik bahwa isu kepemimpinan PBNU kini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warga Nahdliyin.
Sejumlah nama yang menurutnya potensial meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU, mulai dari petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Kemudian ujar Habib Ali juga ada KH Nasaruddin Umar, yang kini menjabat Menteri Agama, hingga sosok Gus Salam, Gus Yusuf, serta Gus Razin yang baru-baru ini mengumumkan kesiapannya maju.
Meski arus aspirasi menurutnya cukup beragam, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi di internal PCNU Kota Banjarmasin.
"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kubu-kubuan di tubuh PCNU Kota Banjarmasin. Untuk usulan yang berkembang," ujarnya.
Dilain sisi Habib Ali berharap adanya keterwakilan tokoh daerah Kalsel dalam pada Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan terlaksana pada Agustus 2026 mendatang.
"Semoga Rais Syuriah PWNU Kalsel nantinya bisa masuk dalam jajaran tim Ahlil Halli wal Aqdi (Ahwa) pada proses pemilihan," harapnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)