Siswa Akuntansi Smekdors Dampingi UMKM Surabaya Pakai Sistem Digital SIDEK-ERP
Wiwit Purwanto July 23, 2026 09:53 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Puluhan siswa Akuntansi SMK Dr. Soetomo Surabaya tak hanya belajar teori pembukuan. Mereka akan turun langsung mendampingi UMKM mengelola bisnis berbasis digital melalui aplikasi SIDEK-ERP hingga Desember 2026.

Program ini menjadi langkah baru dalam pembelajaran vokasi yang menghubungkan sekolah dengan kebutuhan dunia usaha.

Melalui pendampingan langsung, siswa tidak hanya memahami konsep akuntansi digital, tetapi juga merasakan tantangan nyata dalam membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan teknologi pengelolaan bisnis.

Siswa Smekdors Belajar Akuntansi Digital Lewat Pendampingan UMKM

Sebanyak puluhan siswa jurusan Akuntansi SMK Dr. Soetomo Surabaya (Smekdors) akan terlibat dalam pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan aplikasi SIDEK-ERP (Sistem Debit Kredit Enterprise Resource Planning).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Smekdors melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Hibah Pengembangan Inovasi.

Baca juga: Kolaborasi ITS-Ubhara Surabaya Dorong UMKM Bandeng Kalanganyar Sidoarjo Naik Kelas

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para siswa terlebih dahulu mengikuti pelatihan SIDEK-ERP selama tiga hari pada 21–23 Juli 2026.

Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM, Fitri Amalia, mengatakan program tersebut dirancang agar siswa tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk membantu UMKM.

"SIDEK-ERP kami kembangkan secara modular untuk membantu pengembangan bisnis dan UMKM, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa jurusan akuntansi. Tidak hanya untuk praktik bisnis, tetapi juga sebagai aplikasi akuntansi digital," kata Fitri ditemui di sela pelatihan di Hotel Leedon Surabaya, Kamis (23/7/2026).

Dalam pelaksanaan program, siswa akan mendampingi empat mitra UMKM dari berbagai sektor, yakni logistik, bakery, Smekdor Mart, dan Smekdor Multimedia.

Pendampingan berlangsung hingga Desember 2026. Selain menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini juga diharapkan membantu pelaku usaha memahami sistem digital untuk meningkatkan pengelolaan bisnis.

Baca juga: Sentra IKM Logam Gresik Dibuka, UMKM Manufaktur Kini Makin Berdaya Saing

Fitri menjelaskan, SIDEK-ERP terus mengalami pengembangan mengikuti kebutuhan industri. Jika pada 2024 aplikasi tersebut baru memiliki lima modul, kini sistem tersebut telah dilengkapi berbagai fitur, mulai dari produksi, sumber daya manusia, pengelolaan bahan baku hingga manufaktur.

Dengan kemampuan tersebut, SIDEK-ERP dapat diterapkan pada berbagai sektor usaha, mulai dari industri rajut, bakery, hingga manufaktur.

Menurut Fitri, program pendampingan siswa kepada UMKM baru diterapkan tahun ini dan akan dikembangkan ke lebih banyak sekolah mitra. Selain Smekdors, kegiatan serupa juga telah berjalan di SMK 1 Godean, SMK YPKK Sleman, SMK Seputih Lampung, dan SMKN 1 Teluk Bintuni.

Transformasi Akuntansi Manual Menuju Dunia Digital

Guru Akuntansi Smekdors, Akhmad Ma'sum, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari perubahan pembelajaran akuntansi yang kini semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital.

"Saat ini kami sudah bertransformasi dari pembelajaran akuntansi manual menjadi digital accounting. Siswa telah mempelajari berbagai aplikasi, baik lokal maupun yang digunakan perusahaan, seperti MYOB, Qrunch, Si Tek Edu, dan kini SIDEK-ERP," ujarnya.

Menurut Akhmad, penggunaan sistem ERP memberikan keunggulan karena seluruh transaksi tercatat secara historis. Apabila terjadi kesalahan pencatatan, perbaikan tetap dapat dilakukan tanpa menghilangkan jejak transaksi sehingga proses bisnis lebih mudah ditelusuri.

Pelatihan SIDEK-ERP bagi siswa Smekdors dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 22 siswa kelas X hingga XII, sedangkan gelombang kedua melibatkan 12 siswa yang akan bertugas langsung mendampingi UMKM.

Salah satu peserta pelatihan, Ervina, mengaku program tersebut memberikan pengalaman baru karena siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berlatih menghadapi persoalan transaksi secara langsung.

"Melalui SIDEK-ERP kami bisa lebih banyak praktik daripada teori. Kami juga belajar menemukan kesalahan transaksi dan cara menyelesaikannya sehingga lebih siap ketika mendampingi UMKM," katanya.

Melalui program tersebut, siswa Smekdors diharapkan memiliki kemampuan yang lebih siap menghadapi dunia kerja, sementara UMKM memperoleh dukungan untuk mempercepat transformasi bisnis berbasis digital.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.