SRIPOKU.COMKAYUAGUNG – Selama tiga hari berturut-turut, mulai 20 hingga 22 Juli 2026, petugas Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ilir (BPS OKI) melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) langsung dari balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung.
Pendataan ini menyasar para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan penghuni di lingkungan khusus Lapas.
Adapun tujuannya menghimpun informasi aktivitas ekonomi secara utuh, sehingga seluruh potensi ekonomi tanpa terkecuali, dapat terdata sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Kepala Lapas Kelas IIB Kayuagung Chandra Syahputra Tarigan mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh institusinya dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
"Sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran," tegas Chandra saat dihubungi Sripoku.com Kamis (23/7/2026) siang.
Baca juga: Hari ke-30 Sensus Ekonomi 2026, BPS Prabumulih Rampungkan 48 Persen Pendataan
Lebih lanjut, Chandra berharap kegiatan pendataan dapat mampu merekam segala potensi yang ada dengan maksimal.
"Melalui kolaborasi dengan BPS OKI, kami berharap pelaksanaan pendataan dapat berjalan optimal sehingga menghasilkan informasi ekonomi yang komprehensif. Ini juga perkuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berintegritas," sambungnya.
Selama proses berlangsung, petugas BPS OKI melakukan wawancara dan pengumpulan data secara sistematis.
Meski bersinggungan langsung dengan warga binaan, seluruh rangkaian kegiatan dipastikan tetap mematuhi standar operasional keamanan dan tata tertib berlaku di lingkungan Lapas.
"Seluruh proses sensus berjalan tertib, lancar, dan mendapat pengawalan penuh dari jajaran pengamanan Lapas Kayuagung," pungkasnya.