Baku Tembak Pecah di Pos Pemeriksaan Narathiwat, Lima Tentara Thailand Tewas
Hasiolan Eko P Gultom July 23, 2026 09:38 PM

Baku Tembak Pecah di Pos Pemeriksaan Narathiwat, Lima Tentara Thailand Tewas

 

TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya lima personel militer Thailand tewas dan enam warga sipil terluka setelah sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah pos pemeriksaan keamanan di Provinsi Narathiwat, Thailand selatan, pada malam 22 Juli 2026.

Militer Thailand menyatakan sekitar 10 penyerang yang mengenakan pakaian dan topi hitam tiba di lokasi menggunakan truk pikap serta sepeda motor sebelum melancarkan serangan terhadap personel Resimen Pasukan Khusus ke-45 yang sedang bertugas di Pos Pemeriksaan Buketa Sami.

Baca juga: Thailand dan Kamboja Bawa Sengketa Migas Lewat Mekanisme PBB

Para pelaku menggunakan senjata api otomatis dan bom rakitan dalam serangan tersebut.

Setelah menyerang, mereka melarikan diri sambil membawa tiga senapan AK-47, tiga rompi antipeluru, dan sejumlah telepon seluler milik aparat.

Pasukan keamanan kemudian menemukan truk pikap yang diduga digunakan pelaku dalam keadaan terbakar sekitar 21 kilometer dari lokasi kejadian.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan otoritas Thailand juga belum mengumumkan adanya penangkapan.

Juru bicara pemerintah Thailand mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai aksi terorisme yang mengancam keamanan nasional serta dapat menghambat upaya perdamaian di wilayah selatan.

Militer Thailand turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para personel dan menegaskan akan terus memburu para pelaku.

SERANG POS KEAMANAN - Gambar yang dirilis oleh Komando Operasi Keamanan Internal Regional ke-4 Thailand menunjukkan para tersangka bepergian dengan truk pikap hitam sebelum melepaskan tembakan dan melemparkan bom pipa ke pos pemeriksaan keamanan di provinsi Narathiwat pada malam hari tanggal 22 Juli 2026.

Operasi Pengejaran

Sehari setelah serangan, aparat keamanan melancarkan operasi pencarian besar-besaran terhadap kelompok penyerang.

Komando Operasi Keamanan Internal Regional 4 merilis foto yang memperlihatkan para tersangka menggunakan truk pikap hitam sebelum menyerang pos pemeriksaan.

Menurut otoritas, sedikitnya satu anak laki-laki berusia 10 tahun turut menjadi korban luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi stabil.

Foto dari lokasi kejadian juga menunjukkan sejumlah rumah di sekitar pos pemeriksaan mengalami kerusakan akibat tembakan dan ledakan, sementara sebuah sepeda motor milik warga hancur.

Ketegangan di Wilayah Selatan

Serangan tersebut terjadi sehari setelah ledakan bom mobil di dekat bekas kantor polisi Tanyong, juga di Narathiwat, yang melukai seorang polisi dan merusak bangunan di sekitarnya.

Polisi masih memburu dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Menurut media lokal The Nation, insiden itu merupakan serangan bom mobil pertama yang tercatat di wilayah perbatasan selatan Thailand sepanjang tahun ini.

Narathiwat, bersama Pattani dan Yala, merupakan tiga provinsi di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim Melayu.

Sejak pemberontakan separatis meletus pada 2004, konflik di kawasan tersebut telah menewaskan lebih dari 7.000 orang, termasuk warga sipil, personel keamanan, dan anggota kelompok bersenjata.

Pemerintah Thailand diperkirakan akan melanjutkan upaya dialog dengan Barisan Revolusi Nasional (BRN), kelompok separatis terbesar di kawasan itu.

Namun, proses perundingan masih menghadapi berbagai kendala, termasuk perbedaan pandangan mengenai otonomi daerah, pengaturan keamanan, dan representasi politik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.