TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Forum Ijtima Ulama Indonesia yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merekomendasikan perubahan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang.
Rekomendasi itu disampaikan menjelang Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq mengatakan rekomendasi tersebut lahir dari pandangan para peserta forum.
Menurutnya, Muktamar NU perlu menjadi momentum membenahi organisasi sekaligus memperkuat kembali peran PBNU di tengah masyarakat.
"Jadi, salah satu rekomendasi dari Ijtima Ulama ini adalah soal tanggung jawab para ulama, para kiai untuk membenahi PBNU," kata Maman di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Maman mengatakan peserta forum berharap PBNU kembali menjalankan fungsi strategis sebagai organisasi kemasyarakatan.
PBNU juga diharapkan tetap menjadi lokomotif civil society, yakni kekuatan masyarakat sipil yang aktif memberi kritik konstruktif kepada pemerintah.
Selain itu, PBNU diharapkan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Forum juga meminta Muktamar NU berlangsung terbuka.
Peserta menginginkan prosesnya menghindari praktik politik transaksional.
Mereka juga mendorong regenerasi kepemimpinan.
Kalangan muda dan profesional dinilai perlu mendapat ruang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keulamaan.
"Ini adalah Muktamar yang harus melibatkan begitu banyak pihak, memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme, dan merumuskan kembali bagaimana ke depan peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif civil society," ujarnya.
Baca juga: Caketum PBNU Wajib Kantongi 99 Suara, Gus Ipul: Itu Standar Muktamar NU
Selain membahas kepengurusan baru, Muktamar NU ke-35 juga akan menjadi forum penyusunan arah organisasi.
PBNU menetapkan Muktamar digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Menjelang pelaksanaan, PBNU masih memverifikasi peserta yang memiliki hak suara.
Forum tertinggi NU itu akan memilih Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.
Muktamar juga akan membahas roadmap atau peta jalan organisasi untuk 25 tahun ke depan.
Agenda lainnya meliputi penguatan nilai keulamaan, sistem kaderisasi, transformasi digital, serta pengembangan ekonomi.
Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penentuan arah kebijakan NU untuk lima tahun mendatang.
Baca juga: Gus Ipul Ungkap Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Siapa Saja?
Sementara itu, Sekretaris Dewan Syura PKB Saifullah Ma'shum menegaskan salah satu poin utama rekomendasi Ijtima Ulama adalah perubahan kepemimpinan PBNU.