TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong Selatan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut.
Langkah ini diambil setelah BPBD menerima laporan masyarakat serta surat permohonan penetapan tanggap darurat dari Pemerintah Distrik Konda terkait kesulitan air bersih yang dialami sejumlah kampung.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa musim kemarau yang berlangsung sejak Mei 2026 menyebabkan warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum, mandi, hingga kegiatan pertanian.
Baca juga: Lepas dari Gadget, Anak-anak di Sorong Selatan Mewarnai Patung Gipsum pada Hari Anak Nasional
Empat kampung yang terdampak yakni Kampung Konda dengan 500 jiwa, Kampung Wamargege 700 jiwa, Kampung Manelek 250 jiwa, dan Kampung Bariat 300 jiwa.
Kepala BPBD Kabupaten Sorong Selatan Abraham Thesia mengatakan, segera berkoordinasi dengan Bupati Sorong Selatan setelah menerima laporan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, BPBD membentuk TRC terdiri dari 25 personel BPBD, dua personel Dinas Sosial, dua anggota Pramuka, dan dua personel Satpol PP.
Baca juga: Ratusan Siswa di Sorong Selatan Jalan Santai Peringati Hari Anak Nasional
Tim dijadwalkan berangkat ke Distrik Konda pada Jumat (24/7/2026) untuk melakukan asesmen, mitigasi awal, serta mendata kebutuhan masyarakat terdampak.
"Dalam penanganan awal, BPBD menyiapkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga," kata Abraham kepada TribunSorong.com, Kamis (23/7/2026).
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga akan memantau kampung-kampung di sekitar Distrik Konda guna mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.
BPBD turut menyiapkan enam profil air, jeriken berkapasitas 30 liter, serta menara penampungan air untuk mendukung distribusi air bersih agar lebih efektif.
Apabila kondisi di lapangan mengharuskan penyediaan konsumsi bagi warga terdampak, BPBD juga siap mengoperasikan mobil dapur lapangan sebagai bagian dari penanganan darurat.
"Kami akan melihat kondisi di lapangan. Jika memang diperlukan, dapur lapangan juga akan kami operasikan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman warga terdampak," ujar Abraham. (tribunsorong.com/astri)