Merengek Minta Dibelikan Motor, Pria 32 Tahun Nekat Bakar Rumah Orang Tua
raka f pujangga July 23, 2026 11:59 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Terkadang, batas usia dewasa tidak serta-merta mencerminkan kematangan mental seseorang dalam menghadapi persoalan hidup.

Fenomena miris tersaji di Bantul, di mana seorang anak yang sudah berusia 32 tahun masih saja merengek kepada orang tua demi menuruti keinginan menebus sepeda motor.

Alih-alih bersabar menanti uluran bantuan, ia justru kalap dan nekat membakar rumah keluarganya sendiri setelah permintaannya tak kunjung terpenuhi seketika.

Baca juga: Anak Durhaka dari Bantul, Bakar Rumah Orang Tuanya karena Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Perisitwa itu terjadi di Padukuhan Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, 

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, kejadian itu dilakukan oleh MN (32), pada Rabu (22/7/2026) malam.

Sebelumnya, pelaku meminta uang kepada orang tuanya sebesar Rp15 juta untuk mengambil sepeda motor dan membayar angsuran.

"Orang tua sebenarnya sudah berusaha mencarikan dana, tetapi pelaku tidak sabar hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran," katanya, kepada awak media, Kamis (23/7/2026).

Usut punya usut, pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut sejak sehari sebelumnya.

Namun, rencana itu urung dilakukan dan baru direalisasikan pada Rabu malam setelah situasi di rumah kembali memanas.

"Kemudian pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi di rumah semakin tidak kondusif," beber Rita.

Adapun kejadian itu diketahui oleh warga setempat pada pukul 19.30 WIB. Kejadian itu pun diketahui oleh perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas, sehingga bersama-sama mendatangi rumah tersebut untuk berusaha memadamkan kobaran api dan meredakan situasi.

Meski sempat dilakukan pendekatan secara persuasif, pelaku tetap tidak dapat dikendalikan.

Pada sekitar pukul 20.30 WIB pelaku kemudian menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya. 

"Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," ujar Rita.

Dalam proses pemadaman itu, personel Bhabinkamtibmas, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki akibat kontak langsung dengan kobaran api.

"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berkat respons cepat warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas," urainya.

Pelaku Kena Luka Bakar

Sementara itu, pelaku MN (32) juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung.

Setelah dievakuasi oleh warga, pelaku dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan.

Selain terdapat korban luka bakar, kata Rita akibat kebakaran tersebut terdapat beberapa barang di dalam kamar mengalami kerusakan, antara lain kasur, bantal, pakaian, jendela, serta kursi busa.

Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Baca juga: Fakta-Fakta Anak Bakar Rumah Ayah di Pati, Berawal dari Perselisihan Soal Uang

Polisi pun sempat mendalami kasus tersebut. Hasilnya, diketahui bahwa pelaku memiliki riwayat permasalahan keluarga yang telah berlangsung cukup lama.

Bahkan, beberapa kali sudah diperingatkan oleh warga karena dinilai sering membuat keresahan di lingkungan sekitar. 

"Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tandas Rita. (nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.