Wanita di Dumai Diamankan Polres Dumai, Kasus Dugaan Penipuan, Modus Aplikasi Penjualan Tiket Kapal
Nolpitos Hendri July 24, 2026 01:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP I Putu Adi Juniwinata mengungkapkan bahwa, satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dumai berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian mencapai Rp450.2 Juta.

Ia menambahkan, atas kasus tersebut seorang wanita  berinisial LS  telah diamankan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang dilaporkan melalui LP/B/93/VI/2026/SPKT/Polres Dumai/Polda Riau tertanggal 23 Juni 2026.

AKP I Putu Adi Juniwinata menjelaskan, perkara ini bermula pada Selasa 3 Maret 2026 silam, sekitar pukul 06.50 WIB, di sebuah gudang milik korban di kawasan Jalan Pemuda Darat, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Selatan.

"Dalam pertemuan tersebut, tersangka LS menawarkan kerja sama bisnis penjualan tiket kapal secara daring untuk Dumai Line dan Batam Jet dengan alasan akan membuat aplikasi penjualan tiket berbasis Play Store," katanya, Kamis (23/7/2026).

Diterangkanya, Korban FC (51) warga Dumai Barat, kemudian diminta mengirimkan dana secara bertahap ke rekening Bank BCA atas nama tersangka LS sebagai biaya pengembangan aplikasi, pengiriman pertama dilakukan sebesar Rp2.500.000, sedangkan transaksi terakhir sebesar Rp1.000.000 pada 19 Juni 2026.

"Selama kurun waktu 3 Maret hingga 19 Juni 2026 tersebut, total dana yang telah dikirim korban mencapai Rp450.200.000 kepada tersangka LS," sebutnya.

Diakuinya, hingga batas waktu yang dijanjikan, aplikasi yang dimaksud tidak pernah terealisasi, dan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai pada 23 Juni 2026 setelah mengetahui dirinya diduga menjadi korban penipuan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, tambahnya, Satreskrim Polres Dumai menetapkan LS  sebagai tersangka, pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Tersangka berhasil diamankan setelah menerima surat penetapan tersangka, dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan penipuan dan penggelapan sebagaimana dilaporkan korban.

AKP I Putu Adi Juniwinata mengaku, sari hasil pemeriksaan diketahui bahwa aplikasi penjualan tiket yang dijanjikan kepada korban ternyata fiktif, dan uang yang diterima dari korban tidak digunakan untuk pengembangan aplikasi, melainkan dipakai tersangka untuk kepentingan pribadi, termasuk membayar utang.

"Dalam pengungkapan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat eksemplar rekening koran, empat rekening tahapan Bank BCA atas nama tersangka untuk periode Maret hingga Juni 2026, satu kartu ATM Bank BCA, serta satu unit telepon genggam Samsung Galaxy Note Fan Edition warna hitam," imbuhnya.

Adapun saksi yang telah dimintai keterangan, sebutnya, adalah SU(49).

Sementara itu, penyidik telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari menerima laporan polisi, melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi, melengkapi administrasi penyidikan, melakukan penyitaan barang bukti, hingga menetapkan dan mengamankan tersangka.

"Saat ini LS diamankan di ruang Unit I Satreskrim Polres Dumai guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga akan melengkapi berkas perkara, berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),  segera mengirimkan berkas perkara untuk proses penuntutan," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.