Gandeng OceanX, Pemerintah Bakal Teliti 7 Taman Nasional Ekosistem Laut
Wahyu Gilang Putranto July 24, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjalin kolaborasi riset bersama lembaga riset global OceanX untuk memperkuat pengelolaan serta perlindungan tujuh Taman Nasional (TN) ekosistem laut di Indonesia.

Langkah ini merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat tata kelola kawasan konservasi berbasis data dan ilmu pengetahuan (scientific data).

Rencana kerja sama tersebut dibahas saat Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menerima jajaran pimpinan OceanX di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Raja Juli menjelaskan Kemenhut mengelola tujuh TN laut dengan kekayaan ekosistem dan biodiversitas tinggi, yakni TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Taka Bonerate, TN Teluk Cenderawasih, TN Togean, TN Karimunjawa, dan TN Bunaken, ditambah TN Komodo yang memiliki kawasan konservasi darat dan laut.

“Kami Kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean, total ada 7 Taman Nasional. Kami terbuka untuk kolaborasi,” ujar Raja Juli.

Selain menjalankan monitoring dan evaluasi, Kemenhut juga melakukan pemulihan ekosistem laut seperti penanaman terumbu karang.

Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat penyediaan data ilmiah sebagai pijakan perlindungan kawasan.

“Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat."

"Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” tuturnya.

Baca juga: Negara Ini Punya Jalan Raya di Bawah Laut Sedalam Hampir 300 Meter, Perjalanan Cuma 8 Menit

Sementara itu, CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone menyampaikan bahwa pihaknya tengah berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara setelah menyelesaikan dua misi penelitian di Indonesia.

OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi, di mana seluruh data yang dihasilkan akan diserahkan penuh menjadi milik Kemenhut sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis sains.

“Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas."

"Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains,” ujar Vincent.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Director of Science Partnerships OceanX Eric Chocat, Chief of Staff Davide Bergo, serta Head of Missions Roger Mayer.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.