Blokade Jalur Pantura Pasuruan Berakhir Setelah Ada Komitmen Penghentian Sementara Latihan
Rendy Nicko Ramandha July 24, 2026 01:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Aksi blokade Jalan Raya Pantura Pasuruan–Probolinggo yang dilakukan ratusan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, akhirnya berakhir, Kamis (23/7/2026) sore.

Warga membubarkan diri setelah mendapat kepastian bahwa aktivitas latihan militer di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) dihentikan sementara sambil menunggu evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari pimpinan TNI Angkatan Laut.

Sebelumnya, warga bertahan selama sekitar tujuh jam di badan jalan sebagai bentuk protes atas rentetan peluru nyasar yang dalam dua hari terakhir menghantam sejumlah rumah di Desa Alastlogo.

Aksi tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Pasuruan–Probolinggo mengalami kemacetan cukup panjang.

Baca juga: Jalur Pantura Diblokade, Warga Alastlogo Pasuruan Protes Hujan Peluru

Keputusan warga mengakhiri aksi diambil setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menyampaikan pesan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.

Di hadapan warga, Yudha memastikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat Desa Alastlogo dengan pihak TNI guna mencari penyelesaian atas persoalan peluru nyasar.

“Pemerintah daerah akan menjembatani pertemuan antara warga dan TNI. Semua aspirasi masyarakat akan difasilitasi agar dapat dibahas bersama dan ditemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Selain itu, Yudha menyampaikan bahwa pihak TNI Angkatan Laut telah berkomitmen menghentikan sementara aktivitas latihan militer yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

Menurutnya, seluruh kejadian peluru nyasar yang terjadi dalam dua hari terakhir akan dilaporkan kepada pimpinan TNI Angkatan Laut sebagai bahan evaluasi.

Sementara menunggu keputusan tersebut, aktivitas latihan untuk sementara dihentikan.

“Perwakilan TNI AL menyampaikan bahwa kejadian ini akan dilaporkan kepada pimpinan. Untuk sementara, kegiatan latihan dihentikan sampai ada keputusan berikutnya,” katanya.

Komitmen tersebut disambut lega warga yang sejak pagi menuntut adanya jaminan keselamatan.

Meski demikian, mereka berharap penghentian sementara itu menjadi langkah awal menuju penyelesaian yang lebih permanen yakni peniadaan latihan militer di lahan yang ada warganya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang memediasi persoalan tersebut.

Menurutnya, meski tuntutan warga agar latihan militer dihentikan sepenuhnya belum terpenuhi, komitmen penghentian sementara patut diapresiasi sebagai bentuk iktikad baik semua pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu mencarikan solusi,” urainya.

Memang, kata dia, permintaan warga agar latihan dihentikan sepenuhnya belum terealisasi, tetapi setidaknya sudah ada komitmen penghentian sementara sambil menunggu keputusan dari pimpinan TNI.

Namun, Eko mengingatkan bahwa persoalan tersebut belum benar-benar selesai.

Ia menyebut, saat aksi berlangsung, warga masih melaporkan adanya proyektil yang kembali mengenai kawasan permukiman.

“Kalau di tengah aksi masih terjadi peluru nyasar ke rumah warga, tentu ini sangat tidak elok. Keselamatan masyarakat adalah hak dasar yang wajib dijamin oleh negara,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Karena itu, ia meminta seluruh proses evaluasi dilakukan secara serius agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Eko juga mengajak masyarakat mengakhiri aksi dan memberikan ruang bagi proses dialog yang akan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

“Saya mengajak seluruh warga kembali ke rumah masing-masing. Perjuangan ini belum selesai, justru baru dimulai. Aspirasi masyarakat akan kami kawal dalam audiensi bersama Bupati dan pihak TNI. Mudah-mudahan ada titik temu sehingga warga tidak lagi hidup dalam rasa takut,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Alastlogo memblokade Jalan Raya Pantura Pasuruan–Probolinggo sebagai bentuk protes setelah rentetan peluru nyasar diduga berasal dari aktivitas latihan militer di kawasan Puslatpur.

JALUR PANTURA - Warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan melakukan aksi di Jalur Pantura Pasuruan - Probolinggo, Kamis (23/7/2026).
JALUR PANTURA - Warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan melakukan aksi di Jalur Pantura Pasuruan - Probolinggo, Kamis (23/7/2026). (TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika)

Dalam dua hari berturut-turut, sejumlah rumah warga dilaporkan terdampak proyektil. Salah satu peluru bahkan menembus atap rumah dan nyaris mengenai seorang anak.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga hingga mereka mengistilahkan kondisi yang dialami sebagai “hujan peluru”.

Melalui aksi blokade, warga menuntut jaminan keselamatan sekaligus penghentian latihan militer selama potensi peluru nyasar masih mengancam permukiman.

Dengan dibukanya kembali akses Jalan Pantura pada Kamis sore, arus lalu lintas berangsur normal. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.