TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Lonjakan Harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru, pasca aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) awal pekan kemarin, dipertanyakan kalangan legislator.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH bahkan heran, kenapa kenaikan beberapa kebutuhan pokok itu naik.
Seperti halnya ayam boiler, sejumlah sayur mayur, telur dan lainnya. Kondisi ini perlu segera diusut secara serius oleh Disperindag Pekanbaru, agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani secara tepat.
Yang bikin Fathullah geleng-geleng kepala, saat Program MBG sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah, harga sejumlah komoditas justru stabil, turun. Namun, setelah program kembali berjalan, harga bahan pokok naik lagi.
"Kita minta Disperindag harus dicari penyebabnya," ujarnya.
Lebih lanjut Politisi senior ini mengingatkan Disperindag, tidak bekerja setengah hati menyelesaikan keluhan masyarakat ini.
Sebab, kenaikan harga bahan pokok, tidak bisa terus-menerus dikaitkan dengan faktor cuaca maupun gangguan pasokan.
Dugaannya, ada faktor lain yang perlu menjadi perhatian serius Disperindag Pekanbaru. Termasuk kemungkinan adanya praktik yang memengaruhi harga di tingkat pasar.
"Alasannya bukan musim hujan, bukan juga musim kemarau. Kok barang bisa terus naik? Jangan-jangan ada permainan di pasar. Ini yang harus diawasi Disperindag," tegasnya.
Karena kondisi ini sudah sangat dikeluhkan masyarakat, Fathullah berharap Disperindag, benar-benar mengawasi semua aktivitas distribusi bahan pokok di pasaran.
Baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Sehingga bisa dipastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat, yang memicu kenaikan harga. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).