TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah cara anak-anak bermain dan belajar, Emir Luqman Amanillah melihat ada nilai penting dari permainan tradisional yang tidak boleh hilang.
Bagi Ketua Forum Anak Kota Semarang itu, permainan tradisional bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan ruang bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi, mencoba hal baru, hingga mengenal identitas budaya.
Pemikiran itu ia sampaikan di sela-sela rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Tanoto Foundation di Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang Utara, Senin (20/7/2026).
Baca juga: Quality Time Tanpa Distraksi, Pesan Kak Nunik agar Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak
Dalam kegiatan tersebut, Emir berbagi pandangan mengenai pentingnya permainan tradisional bagi perkembangan anak. Ia juga turut mendampingi anak-anak dalam sesi bermain bersama.
“Edukasi hari ini sangat mantap karena menurut saya cukup lengkap. Sesi awal dibuka dengan edukasi kepada orang tua karena kita tidak dapat memungkiri bahwa anak pada usia golden age sangat memerlukan perhatian dari orang tuanya. Pendampingan orang tua dengan metode yang tepat juga sangat diperlukan,” ujar Emir.
Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan edukasi bagi orang tua dan anak memiliki peran penting. Sebab, tumbuh kembang anak tidak dapat dilepaskan dari dukungan lingkungan terdekatnya. Ia menilai pendekatan yang tepat dapat membuat proses edukasi berjalan lebih efektif.
“Tadi Kak Nunik, Founder Golden Age Academy yang hadir dalam sesi berbagi, juga menjelaskan metode yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi kepada anak. Dengan metode tersebut, orang tua dapat diterima sebagai teman sekaligus memberikan perhatian yang diinginkan oleh anak-anak,” katanya.
Selain sesi edukasi, Emir mengapresiasi kegiatan bermain bersama yang menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti bakiak, dakon, dan lompat tali. Menurutnya, permainan tersebut dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk berinteraksi dan membangun karakter.
“Tadi juga ada sesi bermain bersama. Itu menjadi salah satu sesi favorit saya dalam acara hari ini,” ucapnya.
Permainan tradisional perlu terus dipertahankan
Bagi Emir, permainan tradisional masih relevan meskipun saat ini anak-anak semakin dekat dengan teknologi digital. Ia menilai permainan tradisional memiliki berbagai manfaat sehingga tetap penting untuk dipertahankan.
“Menurut pandangan saya pribadi, permainan tradisional merupakan salah satu metode yang efektif dan terbilang penting. Sebab, apabila sejak dahulu permainan ini tidak penting atau tidak memiliki manfaat, tentunya tidak akan mampu bertahan hingga sekarang,” jelas Emir.
Ia melihat permainan tradisional tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak. Melalui permainan tersebut, anak dapat melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menghargai orang lain.
“Dari permainan inilah anak-anak dapat belajar bersosialisasi, mencoba hal baru, serta melatih berbagai kemampuan lainnya,” tuturnya.
Menurut Emir, mempertahankan permainan tradisional juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya bangsa.
“Menurut saya, permainan tradisional tetap penting dan perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya asli bangsa kita,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan tema yang diusung Forum Anak Kota Semarang dalam rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini, yakni “Berani Bersama, Jaga Diri, dan Lindungi”. Emir menjelaskan, keberanian anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi tantangan, tetapi juga keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
“Melalui tema Berani Bersama, Jaga Diri, dan Lindungi, kami menekankan bahwa anak-anak tidak hanya perlu berani menghadapi tantangan di luar sana, tetapi juga berani mencoba hal baru,” ujarnya.
Ia mengaku melihat langsung antusiasme anak-anak ketika mencoba permainan tradisional yang mungkin belum pernah mereka mainkan sebelumnya.
“Hari ini banyak sekali anak yang baru mencoba permainan tradisional. Saya sangat kagum melihat semangat mereka untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru,” imbuhnya. (adv/idy)
Baca juga: Bermain Bersama Anak Perkuat Pengasuhan Responsif dan Kedekatan Emosional