Labor Market Brief LPEM FEB UI yang dipublikasikan pada Mei 2026 dan diolah dari Sakernas Agustus 2025 menunjukkan bahwa rata-rata lulusan di Indonesia memerlukan waktu 19,8 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Studi tersebut juga menyoroti bahwa proses transisi menuju dunia kerja dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, ekspektasi terhadap pekerjaan, serta belum optimalnya keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak lagi ditentukan semata oleh kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan karakter, kepemimpinan, pengalaman kolaboratif, kemampuan belajar sepanjang hayat, serta keberanian untuk menciptakan peluang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Nilai-nilai inilah yang menjadi landasan program beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation.
Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan kepemimpinan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, mengembangkan TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan), program beasiswa dan pengembangan kepemimpinan terstruktur yang mendampingi mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga lulus. Melalui dukungan finansial, pelatihan kepemimpinan yang terstruktur, jejaring nasional, serta berbagai pengalaman pembelajaran langsung, TELADAN bertujuan mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu rangkaian utama dalam perjalanan pembelajaran para penerima beasiswa TELADAN adalah Tanoto Scholars Gathering (TSG), forum tahunan yang mempertemukan satu angkatan Tanoto Scholar dari sepuluh perguruan tinggi mitra. TSG juga menjadi bagian dari transisi mereka dari fase Lead Self menuju Lead Others, saat para Scholar mulai mengembangkan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan diri, tetapi juga pada kemampuan memimpin, berkolaborasi, dan menciptakan dampak bagi orang lain. Melalui forum ini, mereka saling belajar, membangun jejaring, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta menghubungkan pembelajaran di kelas dengan tantangan nyata di dunia profesional dan masyarakat.
TSG 2026, Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact
Tahun ini, Tanoto Foundation kembali menyelenggarakan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di Riau Kompleks, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau, pada 23–25 Juli 2026. Mengusung tema "Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact", TSG 2026 mengajak 242 Tanoto Scholar memperkuat kepemimpinan yang berlandaskan tujuan (purpose), sekaligus membangun kapasitas untuk menciptakan dampak yang lebih luas melalui kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata.
Chief Operating Officer APRIL, Eduward Ginting, membuka rangkaian acara dengan mengingatkan para peserta untuk terus kuat dalam nilai dan tujuan, agar mampu bertumbuh, belajar, dan berkolaborasi. “Kami mendukung kegiatan TSG 2026 agar Tanoto Scholar bisa memiliki modal yang kuat, semangat belajar yang kuat, kepedulian terhadap masyarakat, dan keberanian untuk menciptakan perubahan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menekankan kepada Tanoto Scholar bahwa untuk menjadi pemimpin yang bermakna selalu berawal dari tujuan yang jelas, diwujudkan melalui pilihan-pilihan sehari-hari, dan pada akhirnya menghasilkan dampak bagi sesama.
“Purpose mengingatkan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, meneguhkan ketika harus mengambil keputusan sulit, dan tetap fokus ketika jalan di depan masih penuh ketidakpastian,” sebut Eddy.
“Adik-adik Tanoto Scholar harus ingat, kepemimpinan yang bermakna tidak lahir secara instan. Kepemimpinan dibangun dari pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan secara konsisten: pilihan untuk mendengarkan, pilihan untuk belajar, dan pilihan untuk melakukan hal yang benar, bahkan ketika pilihan itu tidak mudah,” tutup Eddy.
Dalam rangkaian TSG 2026, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., yang menjadi salah satu pembicara, mengajak generasi muda untuk memiliki growth mindset sebagai bekal menjadi pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan di masa depan. "Inovasi tidak selalu soal menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tapi bisa juga tentang memunculkan nilai atau dampak yang baru, pada sesuatu yang sebelumnya sudah ada. Bahkan, inovasi bisa lahir dari sebuah masalah. Maka, mulailah dari masalah nyata dan dekat dengan kalian untuk diperbaiki," sebut Menteri Ketenagakerjaan.
Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menyarankan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang inovatif untuk berdampak bagi bangsa dan negara. “Indonesia butuh inovasi, dan mimpi saya di 2045, Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader," ucap Menteri Ketenagakerjaan.
Pembicara lainnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., mengingatkan para peserta soal pentingnya terus berkembang di era AI, terutama sebagai calon pemimpin di masa depan. "Saat ini, pengetahuan sudah berlimpah. Semua hal bisa dicari tahu dengan AI. Itulah pentingnya untuk kita, sebagai manusia yang menerima pendidikan tinggi, untuk bisa melakukan 3 hal penting: menciptakan ilmu, menyalurkan ilmu, dan mengkurasi ilmu. Karena kalau kemampuan kita hanya terbatas pada mencari ilmu, kita bisa dengan mudah digantikan oleh AI,” ujar Wamen Diktisaintek.
“AI dapat menyajikan jutaan informasi dalam hitungan detik. Namun, manusialah yang mampu mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Itulah kompetensi yang harus dibangun oleh pemimpin muda: kemampuan mengkurasi pengetahuan untuk menghadirkan keputusan yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa,” sambung Wamen Diktisaintek.
Pembelajaran Langsung dari Praktik Keberlanjutan
TSG mempertemukan Tanoto Scholars dari angkatan yang sama dari seluruh Indonesia untuk saling belajar, berbagi, dan berjejaring. Selama tiga hari penyelenggaraan, TSG 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang untuk membekali Tanoto Scholars bertransisi dari fase Lead Self ke fase Lead Others, di antaranya:
• Sesi kepemimpinan dan inspirational talks bersama pembicara dari unsur pemerintah, pendidikan tinggi, dan budaya;
• Industrial visit untuk memberikan pengalaman langsung di lapangan dan melihat keterikatan antara dampak sosial dengan kemajuan industri. Tanoto Scholar diajak untuk melihat serta mempelajari secara langsung bagaimana sebuah bisnis berkelanjutan dibangun melalui kunjungan ke unit bisnis dari grup RGE – yang juga didirikan oleh Sukanto Tanoto, pendiri Tanoto Foundation;
• Outbound dan team building guna memperkuat kolaborasi dan kekompakan antarScholars;
• Masterclass "From Purpose to Measurable Impact”, yang mendorong Scholars menerjemahkan tujuan pribadi menjadi dampak yang terukur
Tidak hanya itu, Tanoto Scholar juga mendapatkan experiential leadership workshop seperti outbound activities yang mengasah keterampilan kerja tim, pengambilan keputusan cepat, dan pemecahan masalah.
Semua ini bertujuan untuk membangun Tanoto Scholar menjadi pemimpin yang memiliki soft skills yang relevan dengan dunia kerja, berjiwa kepemimpinan, dan siap memberikan dampak positif di berbagai bidang dan lingkungan tempat mereka berada.
Program Beasiswa TELADAN Kembali Dibuka
Bersamaan dengan penyelenggaraan TSG 2026, pendaftaran TELADAN Cohort 2027 juga telah dibuka. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2026, bagi mahasiswa semester pertama dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan Universitas Riau.
Calon peserta dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran TELADAN melalui https://bit.ly/JadiTELADAN2027. Selain beasiswa dan pelatihan kepemimpinan, penerima beasiswa TELADAN juga akan memperoleh berbagai dukungan untuk meningkatkan kepemimpinan dan soft skills, termasuk:
- Dukungan finansial tambahan untuk mengikuti kompetisi, konferensi, dan sertifikasi, baik di dalam maupun luar negeri.
- Kesempatan mengikuti program pembelajaran jangka pendek, seperti summer course, student exchange, volunteering, dan program lainnya di dalam dan luar negeri.
- Kesempatan untuk magang di jaringan industri mitra Tanoto Foundation.
- Peluang untuk mendapatkan dana riset dan melakukan penelitian kolaboratif.
Sejak 2006, Tanoto Foundation telah mendukung 8.803 penerima beasiswa. Melalui TELADAN, para Scholar tidak hanya menjadi bagian dari komunitas penerima beasiswa, tetapi juga bagian dari ekosistem pemimpin muda yang diharapkan dapat membawa perubahan di lingkungan masing-masing.





