BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tiga nama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi mengantongi tiket untuk berebut satu posisi Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Bangka.
Ketiga figur tersebut, yakni Erwin Ismatudin, Gulyano Penalva, dan Yudha Pranata, kini menjalani uji kompetensi psikologi dan wawancara di Kantor Bupati Bangka pada Jumat (24/7/2026).
Sebelumya, Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bangka, tancap gas mencari figur pengisi kekosongan jabatan, Jumat (24/7/2026) pagi.
Sebanyak tiga orang peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), dipastikan beradu kompetensi dalam tahap tes psikologi dan wawancara yang digelar di Kantor Bupati Bangka.
Ketua Pansel Dewas PDAM Tirta Bangka, Darius, mengungkapkan bahwa proses penjaringan ini terpaksa dibuka menyusul mundurnya pejabat Dewas sebelumnya akibat kesibukan dan alasan kesehatan
Merespons kekosongan Dewas PDAM Tirta Bangka, Bupati Bangka langsung memberi mandat penuh kepada pansel untuk segera mencari pengganti yang kompeten.
Darius merinci, tahapan awal seleksi telah rampung dengan hasil yang memuaskan. Seluruh pendaftar yang berjumlah tiga orang dinyatakan lolos dan memenuhi seluruh syarat administratif yang ditentukan.
"Seleksi pertama kemarin adalah administrasi dan itu sudah selesai. Tiga calon yang mendaftar semuanya memenuhi syarat. Tahap berikutnya adalah seleksi kompetensi yang mencakup tes psikologi dan wawancara," kata Darius kepada Bangkapos.com.
Lebih lanjut ia membeberkan, rangkaian ujian kompetensi ini dijadwalkan bergulir selama dua hari penuh. Hari pertama difokuskan pada tes psikologi bersama tim psikolog profesional. Sementara hari kedua, dilanjutkan dengan sesi uji wawancara mendalam.
"Tim penguji wawancara dibentuk secara komprehensif, dengan melibatkan berbagai unsur independen dan pemerintah mulai dari perwakilan Pemerintah Daerah, akademisi perguruan tinggi hingga unsur DPRD Kabupaten Bangka, bebernya.
Selain itu ia menyebutkan, ketiga peserta yang lolos ini seluruhnya berlatar belakang sebagai ASN. Hal ini disesuaikan secara ketat dengan regulasi yang mewajibkan posisi Dewas PDAM Tirta Bangka diisi oleh unsur representasi pemerintah.
"Karena kebutuhan Dewas di PDAM Tirta Bangka hanya satu orang, persyaratannya memang harus dari ASN sebagai wakil dari pemerintah," jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian tes psikologi dan wawancara selesai, pansel akan langsung merekapitulasi nilai untuk menyusun pemeringkatan (ranking).
Hasil akhir dari proses seleksi ini, nantinya tidak langsung diumumkan sebagai pemenang tunggal dan diserahkan langsung kepada Bupati Bangka sebagai pemegang kebijakan tertinggi.
"Setelah wawancara, kita tinggal menentukan pemeringkatan. Hasil penilaian itu kita sampaikan kepada Pak Bupati. Keputusan akhir siapa yang akan ditunjuk dan ditetapkan menjadi Dewan Pengawas tetap berada di tangan Pak Bupati," ungkapnya.
"Untuk masa jabatan dewas PDAM Tirta Bangka ini, akan mengemban masa bakti dan tugas strategis selama 4 tahun ke depan untuk mengawal tata kelola perusahaan air minum daerah agar semakin optimal," jelas Darius.
Tiga nama yang mengikuti seleksi sebagai calon Dewas PDAM Tirta Bangka :
1. Erwin Ismatudin
2. Gulyano Penalva
3. Yudha Pranata
(Bangkapos.com/Adi Saputra).