TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aparat pengemudi mobil Alphard didesak meminta maaf secara terbuka pada satpam Bundaran HI, Victor Harefa.
Pengemudi tersebut dinilai telah berbuat arogan terhadap Victor.
Kejadian cekcok bermula ketika Victor membantu pejalan kaki menyeberang jalan di Bundaran HI.
Ketika lampu merah, Alphard tetap melaju.
Victor lalu mengetuk kaca mobil sambil menegur pengemudi.
Pengemudi bersama dua penumpang turun dari mobil.
Menurut Victor, ketiga orang tersebut mendorongnya. Ia pun mengajak mereka menyelesaikan persoalan di pos polisi terdekat.
"Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, 'Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat'," ujar Victor.
Saat sampai di pos polisi, salah seorang dari ketiga orang tersebut kembali menyatakan diri sebagai aparat sambil menunjukkan kartu tanda anggota (KTA).
Setelah mencoba menjelaskan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi, Victor justru mengaku dinyatakan bersalah oleh kepala pos polisi tersebut.
Menurut dia, pernyataan tersebut membuat pihak pengendara semakin menyudutkannya.
Baca juga: Teka-Teki Sosok Aparat Pengemudi Alphard yang Suruh Satpam Sujud, Pamer KTA Saat Mediasi di Pospol
Ia mengaku ketiga orang itu menanyakan vendor tempatnya bekerja dan sempat menyinggung akan melaporkannya agar diberhentikan dari pekerjaan.
Merasa tidak memiliki pilihan lain, Victor mengaku meminta maaf kepada pihak pengendara.
"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas'," ungkap dia.
Meski telah meminta maaf, ia mengaku sopir mobil tersebut masih memakinya, menyuruhnya melakukan push-up, hingga mengangkat kerah bajunya saat hendak meninggalkan pos polisi.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kedua belah pihak datang ke Pos Polisi Thamrin setelah kejadian untuk meminta difasilitasi mediasi.
Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai.
Baca juga: Nasib Satpam Usai Dipaksa Sujud Minta Maaf ke Pengemudi Alphard, Rano Karno Pastikan Tak Dipecat
Kedua pihak memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.
Meski demikian, polisi menegaskan proses hukum tetap terbuka apabila salah satu pihak merasa keberatan terhadap hasil mediasi.
"Terkait hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan. Namun apabila ada pihak yang masih merasa keberatan atau belum puas, kami persilakan membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur," ujar Braiel.
AKBP Braiel menegaskan hingga kini penyidik belum menemukan bukti adanya tindak kekerasan sebagaimana sejumlah narasi yang beredar di media sosial.
Polisi juga masih mendalami informasi terkait dugaan intimidasi terhadap pejalan kaki.
"Sejauh ini belum ada bukti adanya pemukulan maupun kekerasan. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti lain, kami persilakan membuat laporan agar dapat kami proses sesuai ketentuan yang berlaku," kata Braiel.
Ia memastikan penyelidikan terhadap seluruh rangkaian peristiwa masih berlangsung.
Kini Victor Harefa telah didampingi kuasa hukum dari Wiradarman Harefa & Partners.
Wira mendesak agar aparat pengemudi Alphard untuk segera meminta maaf pada Victor.
"Kami minta segera kepada saudara pelaku meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada FH karna anda telah bersikap arogan dan melanggar hukum" tulisnya di Instagram
Ia mengatakan pengemudi melakukan dua kesalahan.
Pertama mengaku-ngaku sebagai aparat.
Kesalahan kedua yakni memakai plat nomor palsu.
"Catatan, - Anda mengaku anggota, - Nopol kendaraan Alphard yang anda gunakan bukan diperuntukan untuk unit alphar namun untuk kendaraan lain (Nopol Palsu)," tulisnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t