TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sumur hingga saluran irigasi sumber air warga di beberapa kampung di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor kering imbas kemarau.
Hal ini berdampak kepada ratusan warga yang diantaranya ada di Kampung Cilangkap dan Kampung Pondok.
Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, kekeringan meteorologis serta kekeringan hidrologis (debit air sungai dan sumur menyusut) mengakibatkan di daerah desa Babakan mengalami bencana kekeringan.
"Salah satu sumber air warga yaitu irigasi yang berada di wilayah tersebut saat ini tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Adam dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Dia menjelaskan bahwa pada Kamis (23/7/2026) malam, warga di ketiga kampung yang berjarak sekitar 28 km dari pusat Kota Bogor ini telah dikirim bantuan 5.000 Liter air bersih.
Namun pasokan air tersebut masih belum cukup untuk semua warga yang terdampak di kawasan itu.
"Untuk sementara kebutuhan air bersih terpenuhi hanya di 3 RT dan 3 RW saja. Terdapat sejumlah RT / RW yang masih membutuhkan air bersih. Masih kurang untuk 6 RW," kata Adam.
Dalam distribusi air bersih tersebut warga berbondong-bondong demi mendapat air bersih meski malam-malam.
Mereka mengantre sambil membawa penampung air masing-masing.
Selain itu, wilayah Ciseeng ini juga merupakan salah satu wilayah yang dikirim bantuan air bersih oleh BPBD selain beberapa kecamatan lain di hari yang sama.